TEGAL, MEDIASERUNI.ID – Bupati Pemalang Anom Widiantoro menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin (22/6/2026).
Dalam forum strategis yang mempertemukan sejumlah kepala daerah di wilayah Pantura Barat Jawa Tengah tersebut, Anom Widiantoro menyoroti pentingnya sinergi antardaerah guna memperkuat pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut Anom, Kabupaten Pemalang memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru, mulai dari destinasi wisata alam, wisata budaya, hingga ribuan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Dengan mengusung tema pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah, Pemerintah Kabupaten Pemalang berkomitmen untuk mengoptimalkan seluruh potensi tersebut agar mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Pemalang memiliki kekayaan alam dan potensi ekonomi yang luar biasa. Jika dikelola secara berkelanjutan dan didukung penguatan ekonomi syariah, maka akan membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anom.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Kehadiran Anom Widiantoro dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 juga menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam memperjuangkan berbagai program prioritas daerah agar selaras dengan arah pembangunan provinsi dan nasional.
Anom berharap hasil forum tersebut mampu melahirkan berbagai langkah konkret yang dapat mempercepat pembangunan di Kabupaten Pemalang, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Dengan kolaborasi dan kerja bersama, saya optimistis Pemalang mampu tumbuh menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan semakin kompetitif di masa depan,” pungkasnya.
