Bandung, MEDIASERUNI.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Jajang Rohana, menilai kinerja keuangan bank bjb syariah menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah dinamika ekonomi nasional.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan tetap terjaganya kesehatan permodalan serta kualitas pembiayaan yang menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri perbankan syariah.
Menurut Jajang Rohana, keberadaan bjb Syariah memiliki peran strategis dalam memperluas akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat Jawa Barat, termasuk pelaku UMKM, pesantren, dan sektor ekonomi kerakyatan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami mengapresiasi upaya manajemen bjb Syariah yang terus menjaga stabilitas usaha dan memperkuat fundamental perusahaan. Kinerja yang sehat harus menjadi modal untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi syariah di Jawa Barat,” ujar Jajang Rohana di Soreang, Kamis 4 Juni 2026.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, bjb Syariah membukukan pendapatan sebesar Rp 1,16 triliun dan laba bersih Rp 58,1 miliar. Di sisi lain, berbagai indikator kesehatan bank menunjukkan kondisi yang relatif baik, dengan tingkat permodalan yang kuat serta efisiensi operasional yang tetap terjaga.
Meski demikian, Jajang menilai masih terdapat ruang perbaikan, khususnya dalam peningkatan profitabilitas dan optimalisasi pembiayaan produktif agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia mendorong bjb Syariah untuk terus berinovasi dalam layanan digital dan memperluas jangkauan pembiayaan bagi sektor-sektor potensial di Jawa Barat.
“Kita ingin bjb Syariah tidak hanya tumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat. Penguatan pembiayaan UMKM, industri halal, dan ekonomi pesantren harus menjadi prioritas agar keberadaan bank syariah benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Jajang Rohana juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah di Jawa Barat, sejalan dengan visi provinsi sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah nasional.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan syariah, saya optimistis Jawa Barat dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Chandra)
