PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Siapa yang paling mampu membawa perubahan bagi Desa Wanarata? Pertanyaan tersebut mulai menjadi perhatian masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Empat kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi kepala desa kini mulai memperkenalkan gagasan dan program unggulan masing-masing.

Momentum itu terlihat dalam agenda pengundian nomor urut sekaligus penyampaian visi dan misi calon Kepala Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, yang digelar di Pendopo Desa Wanarata, Jumat (30/10/2026).

Bukan sekadar agenda seremonial, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para kandidat untuk menunjukkan arah kepemimpinan yang mereka tawarkan. Mulai dari pembenahan pelayanan pemerintahan, penguatan ekonomi masyarakat, sektor pertanian, pendidikan keagamaan, hingga pembangunan infrastruktur menjadi isu yang mengemuka.

Dari hasil pengundian, Amat Syafii mendapatkan nomor urut 1, Slamet Riyanto nomor urut 2, Elok Rakhmawati nomor urut 3, sedangkan Muh. Juwandi memperoleh nomor urut 4.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah bagaimana mengoptimalkan potensi ekonomi desa. Amat Syafii, misalnya, menempatkan pertanian sebagai salah satu sektor prioritas. Dengan sekitar 60 persen penduduk Wanarata bekerja sebagai petani, ia menilai peningkatan sarana pertanian dan pengembangan BUMDes perlu mendapat perhatian serius.

Tidak hanya itu, Amat juga menawarkan pembenahan tata kelola pemerintahan agar lebih transparan dan akuntabel. Pengembangan UMKM, pelayanan publik tanpa diskriminasi, pendidikan agama, pencegahan stunting, serta pemberdayaan generasi muda turut masuk dalam gagasan yang disampaikannya.

Baca Juga:  Mansur Hidayat Jabat Bupati Pemalang Baru Seumur Jagung tapi Programnya sudah Dirasakan Masyarakat

Berbeda dengan Amat, Slamet Riyanto lebih menonjolkan pembangunan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian, kesejahteraan, pendidikan, dan penguatan nilai keagamaan. Ia membawa cita-cita menjadikan Wanarata sebagai desa yang maju, adil, berbudaya, berakhlak mulia, serta mampu bersaing.

Sementara Elok Rakhmawati menawarkan konsep pembangunan yang memadukan nilai keimanan, kemajuan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui slogan Wanarata Berbudaya, yakni Beriman, Berbudiluhur, dan Berdaya, ia menginginkan pembangunan desa yang berkelanjutan, transparan, serta berpihak pada kepentingan warga.

Adapun Muh. Juwandi memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan infrastruktur jalan. Sejumlah wilayah yang disebut menjadi perhatian programnya meliputi Tenggak Karangsujung, Beletis, Gandu, Tenggak Buluk, Panarata, dan Karangsari. Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama dengan wilayah sekitar untuk mendukung pemerataan pembangunan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Bantarbolang serta perwakilan Pemerintah Daerah, yakni Kepala Dinas BKD Khaeron dan Sekdin Karnoto. Ratusan warga bersama pendukung masing-masing kandidat juga terlihat mengikuti jalannya kegiatan.

Dengan masa jabatan kepala desa selama delapan tahun sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, pilihan masyarakat kali ini memiliki arti penting bagi arah pembangunan Wanarata dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Pasca Lebaran Harga Kebutuhan Pokok di Jabar Cenderung Turun

Kini, keempat kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk meyakinkan masyarakat. Namun, keputusan akhir bukan berada di tangan tim pendukung ataupun ramainya sambutan dalam kegiatan pemaparan visi-misi, melainkan di tangan warga yang memiliki hak suara.

Pada 9 November 2026 mendatang, masyarakat Wanarata akan menentukan pilihannya. Harapan besarnya, kontestasi ini tidak memecah persaudaraan, tetapi menjadi momentum menghadirkan pemimpin yang benar-benar mampu bekerja, mendengar aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan seluruh masyarakat.

Sebab, kemenangan dalam Pilkades bukanlah tujuan akhir. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah terpilih, yakni membuktikan janji melalui kerja nyata untuk kemajuan Desa Wanarata.