PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, mulai memasuki momentum penting. Dua calon kepala desa menyampaikan visi dan misi di hadapan masyarakat setelah melalui tahapan pengundian nomor urut yang digelar di Pendopo Kantor Desa Kuta, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masing-masing calon untuk memperkenalkan gagasan, program, serta arah pembangunan yang akan diperjuangkan apabila mendapatkan amanah dari masyarakat untuk memimpin Desa Kuta periode 2026–2034.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kuta, Cahyono, menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana kondusif selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Menurut Cahyono, tanggung jawab menjaga keamanan bukan semata-mata berada di pundak pemerintah desa maupun panitia penyelenggara, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga etika, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi mengganggu persatuan warga.

Cahyono berharap seluruh tahapan Pilkades 2026 dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan tanpa kendala. Ia juga mengingatkan bahwa siapa pun calon yang nantinya terpilih harus mendapatkan dukungan masyarakat demi keberlanjutan pembangunan dan kemajuan Desa Kuta.

“Keamanan dan kelancaran kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari menjaga etika masing-masing agar Pilkades berjalan aman, tertib, dan lancar,” demikian pesan Cahyono dalam sambutannya.

Dua Calon Tawarkan Gagasan Pembangunan

Berdasarkan hasil pengundian nomor urut, terdapat dua calon yang akan berkompetisi dalam Pilkades Desa Kuta.

Calon nomor urut 1, Kustono, menawarkan visi tentang keberlanjutan pembangunan desa dengan menitikberatkan pada kesinambungan program yang telah berjalan serta peningkatan sejumlah sektor strategis.

Dalam pemaparannya, Kustono menyampaikan beberapa misi utama, di antaranya meningkatkan peran aktif pemuda dalam kegiatan ekonomi dan sosial budaya, meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mendorong peningkatan produksi pertanian dan peternakan guna memperkuat ketahanan pangan desa.

Selain itu, Kustono juga menaruh perhatian terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan desa maupun jalan lingkungan.

Baca Juga:  2.500 Pelajar Desa Gintung Resmi Nikmati MBG, Dapur SPPG ke-113 Pemalang Ditargetkan Zero Komplain

Menurutnya, infrastruktur jalan yang baik memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga, khususnya sektor pertanian dan usaha kecil menengah.

Ia juga menekankan pentingnya perbaikan saluran drainase agar aliran air lebih lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan.

Sementara itu, calon kepala desa nomor urut 2, Muhroji, mengusung visi mewujudkan Desa Kuta yang BERKAH, yakni Bersih, Empati, Rukun, Kooperatif, dan Harmonis, melalui penguatan sektor pertanian serta pelestarian lingkungan.

Dalam penyampaiannya, Muhroji menegaskan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, seperti jalan dan bangunan. Menurutnya, kemajuan desa juga harus ditopang oleh kerukunan masyarakat, kepedulian sosial, lingkungan yang terjaga, serta pemerintahan yang terbuka terhadap aspirasi warga.

Ia menilai Desa Kuta memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan sebagian masyarakat. Namun, persoalan ketersediaan air saat musim kemarau, biaya kebutuhan pertanian, pengelolaan sampah, serta kondisi infrastruktur masih membutuhkan perhatian bersama.

Salah satu gagasan yang ditawarkan Muhroji adalah pengelolaan lingkungan dan sampah secara berkelanjutan melalui pengembangan bank sampah sesuai kemampuan desa.

Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dipilah dan dikelola, sedangkan sampah organik berpotensi diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Selain itu, ia juga berkeinginan memperjuangkan penguatan ketersediaan sumber air bagi masyarakat dan petani. Upaya tersebut dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan air, terutama ketika musim kemarau tiba dan lahan pertanian menghadapi keterbatasan pasokan air.

Muhroji menegaskan bahwa seluruh gagasan pembangunan tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa, ketentuan peraturan yang berlaku, serta kebutuhan nyata masyarakat.

Ketua Panitia: Siapa Pun Terpilih Harus Amanah

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Kuta, H. Moh. Mirzah, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian Pilkades dapat berlangsung lancar, kondusif, dan penuh kebahagiaan.

Ia mengajak seluruh masyarakat Desa Kuta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam menentukan pemimpin desa untuk periode mendatang.

Baca Juga:  Bupati Anom Hadiri Seminar Nasional KDMP di TMII, Pemalang Siap Percepat Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Masyarakat diharapkan tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk terpecah belah.

“Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Kepala Desa Kuta, itulah pilihan terbaik masyarakat Kuta. Mari kita junjung tinggi demokrasi dalam memilih pemimpin desa. Semoga calon yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah dan mengayomi seluruh masyarakat,” ungkap H. Moh. Mirzah.

Ia juga berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi menjaga suasana yang sejuk, sehingga pesta demokrasi tingkat desa tersebut benar-benar menjadi momentum kebersamaan masyarakat.

Demokrasi Bukan Sekadar Memilih, tetapi Menjaga Persaudaraan

Penyampaian visi dan misi kedua calon menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenali karakter, gagasan, serta program yang ditawarkan masing-masing kandidat.

Keduanya memiliki titik perhatian yang berbeda dalam mengemas arah pembangunan, tetapi sama-sama menempatkan kemajuan Desa Kuta dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari tujuan kepemimpinan.

Kini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mencermati setiap program yang disampaikan dan menentukan pilihan secara bijak sesuai hati nurani.

Lebih dari sekadar kompetisi untuk mendapatkan suara terbanyak, Pilkades Desa Kuta diharapkan menjadi proses demokrasi yang mengedepankan persatuan, kedewasaan politik, serta semangat gotong royong.

Sebab, setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, masyarakat tetap menjadi satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun Desa Kuta agar semakin maju, harmonis, dan sejahtera.