Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Upaya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan terus dilakukan melalui program pemanfaatan eceng gondok di kawasan bantaran Waduk Saguling.

Tanaman yang selama ini dianggap gulma pengganggu tersebut kini diolah menjadi pupuk organik dan pakan ternak yang bernilai manfaat bagi masyarakat.

Program tersebut digerakkan bersama warga di Saung Edukasi Kampung Palayangan RW 05, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Berbagai tanaman seperti sayuran dan cabai mulai dibudidayakan menggunakan media tanam polybag dan galon bekas yang ramah lingkungan.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Aam Aminudin mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan lingkungan di wilayah Saguling.

“Eceng gondok yang selama ini dianggap masalah, sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan sumber daya yang ada menjadi sesuatu yang produktif dan bernilai ekonomi,” ujar Aam, Jumat 22 Mei 2026.

Baca Juga:  Pemuda PUI Bandung Barat Bergerak, Lawan Stunting Demi Generasi Sehat

Menurutnya, pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik mampu membantu menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Sementara itu, penggunaan barang bekas seperti galon dan polybag sebagai media tanam turut mendukung pengurangan sampah rumah tangga.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Selain memberikan edukasi mengenai pertanian sederhana, program ini juga mendorong tumbuhnya kreativitas warga dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Di tengah tantangan ekonomi dan isu lingkungan yang terus berkembang, langkah sederhana ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap alam dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Rayakan HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu ke-96

“Harapannya, program ini bisa terus berkembang dan menjadi peluang usaha baru bagi warga sekitar. Lingkungan menjadi lebih bersih, kebutuhan pangan terbantu, dan masyarakat pun memiliki tambahan penghasilan,” tambah Aam.

Melalui gerakan ketahanan pangan berbasis lingkungan ini, masyarakat di kawasan Saguling diharapkan semakin mandiri, kreatif, dan mampu memanfaatkan potensi lokal demi masa depan yang lebih baik. (Dadan)