PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2026 siap digelar di sejumlah wilayah Kabupaten Pemalang. Sebelum pelaksanaan resmi dimulai, para mahasiswa telah melakukan kegiatan pra-pelaksanaan berupa survei lokasi di 10 desa yang berada di Kecamatan Taman, Senin 22/6/2026

Camat Taman, Dedi Sarwoaji, mengatakan kegiatan awal tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan program KKN berjalan lebih optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat desa.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan pra-pelaksanaan ini, pelaksanaan KKN nantinya bisa berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” ujar Dedi saat ditemui usai kegiatan koordinasi KKN Tematik Undip.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari dosen pendamping Undip, pelaksanaan KKN akan berlangsung mulai 9 Juli hingga pertengahan Agustus 2026. Program kerja yang dijalankan mahasiswa nantinya akan disesuaikan dengan disiplin ilmu dan keahlian masing-masing peserta.

“Program kerjanya sifatnya fleksibel. Mahasiswa dapat menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa sesuai jurusan atau kompetensi yang dimiliki,” jelasnya.

Meski demikian, Dedi mengingatkan seluruh mahasiswa yang akan diterjunkan ke lokasi KKN agar tetap mengedepankan etika dan menghormati budaya masyarakat setempat. Terlebih, beberapa desa pada tahun ini juga tengah menghadapi agenda pemilihan kepala desa.

“Kami wanti-wanti agar mahasiswa benar-benar menghargai adat istiadat masyarakat setempat. Selain itu, untuk desa yang sedang melaksanakan pilkades, kami berharap keberadaan mahasiswa tidak menimbulkan hal-hal yang membuat suasana kurang nyaman di desa,” tegasnya.

Baca Juga:  Polsek Purwasari Patroli Titik Rawan Banjir, 20 KK Terdampak di Raka Residence

Tidak hanya berfokus di Kecamatan Taman, program KKN Tematik Undip tahun ini juga akan dilaksanakan di empat kecamatan lainnya di Kabupaten Pemalang, yakni Petarukan, Comal, Bodeh, dan Ampelgading.

Secara keseluruhan terdapat lima kecamatan yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa. Setiap desa akan mendapatkan alokasi sekitar 10 mahasiswa untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan dan pembangunan masyarakat.

Dorong Digitalisasi Desa dan Pengembangan Potensi Lokal

Dedi berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan dampak jangka panjang bagi desa.

Salah satu fokus yang diharapkan adalah penguatan sistem digital desa, mulai dari pengelolaan data hingga pengembangan website desa sebagai sarana promosi potensi wilayah.

“Kami berharap ada inovasi-inovasi yang bisa membangun desa, misalnya perbaikan website desa atau penyempurnaan data yang ada di desa. Saat ini masyarakat lebih banyak mencari informasi melalui media online, sehingga website desa harus mampu menampilkan potensi yang dimiliki masing-masing desa,” katanya.

Menurut Dedi, digitalisasi menjadi kebutuhan penting di era saat ini karena dapat membantu pemerintah desa dalam pelayanan publik sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas dan calon investor.

Penomoran Rumah Berbasis Data Jadi Inspirasi

Dedi juga mengungkapkan salah satu capaian KKN sebelumnya yang dinilai cukup membanggakan. Saat mendampingi program KKN di Kecamatan Comal, mahasiswa berhasil merintis sistem penomoran rumah berbasis data digital di Desa Wonopringgo.

Baca Juga:  Golkar Ambil Langkah Tegas Nonaktifkan Adies Kadir Menyusul NasDem dan PAN

Melalui sistem tersebut, setiap nomor rumah terhubung dengan data penghuni yang dapat diakses secara digital sehingga memudahkan proses pendataan dan pelayanan administrasi desa.

“Salah satu yang menurut saya sangat penting dan membanggakan adalah penomoran rumah berbasis data. Ketika nomor rumah diklik, seluruh data yang berkaitan dengan rumah tersebut bisa muncul. Program itu sudah dirintis dan terwujud di Desa Wonopringgo Kecamatan Comal,” ungkapnya.

Meski masih dalam tahap perintisan, Dedi berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan memperoleh dukungan anggaran resmi dari pemerintah desa agar perangkat lunak maupun perangkat keras yang dibutuhkan dapat disempurnakan.

“Ke depan mudah-mudahan bisa diresmikan dan masuk dalam program desa, sehingga pengembangannya lebih maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, KKN Tematik Undip 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan desa, tetapi juga mendorong percepatan transformasi digital di wilayah Kabupaten Pemalang.( Oppic )