Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan menyelimuti lingkungan RT 03/02, Desa Pataruman, saat Keluarga Besar Almarhum H. Saepudin kembali menggelar kegiatan tradisi tahunan yang penuh makna, pemotongan satu ekor sapi dan satu ekor domba.
Kegiatan Rabu 27 Mei 2026 ini bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan budaya dan nilai kebaikan yang dijaga ketat sejak masa hidup almarhum H. Saepudin, dan kini diteruskan oleh generasi penerusnya.
Agus Komara Saputra, atau yang akrab disapa Pade oleh keluarga dan warga sekitar, selaku perwakilan keluarga besar, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki akar sejarah yang dalam dan nilai edukasi yang sangat penting bagi seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Kegiatan ini sudah menjadi tradisi keluarga besar kami semenjak almarhum H. Saepudin masih ada. Beliau selalu mengajarkan untuk berbagi, peduli sesama, dan menjaga kebersamaan. Kami mengutamakan pelaksanaan ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tapi sebagai sarana edukasi dan penguat ikatan kekeluargaan,” ujar Agus Komara Saputra dengan penuh haru.
Lebih lanjut, ia berharap semangat dan tradisi positif ini tidak berhenti di generasi saat ini, melainkan terus hidup dan diwariskan kepada anak cucu serta generasi penerus berikutnya.
“Semoga langkah baik ini bisa terus diikuti dan dilestarikan oleh anak cucu kami, agar nilai-nilai kebaikan, rasa syukur, dan kepedulian yang diajarkan almarhum tetap melekat dalam setiap langkah keluarga besar kami,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi momen berkumpulnya seluruh anggota keluarga besar H. Saepudin yang datang dari berbagai tempat, sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga sekitar Desa Pataruman.
Daging hasil pemotongan hewan qurban tersebut nantinya akan dibagikan secara merata kepada keluarga, kerabat, dan warga yang membutuhkan, mewujudkan semangat berbagi yang menjadi inti dari tradisi ini.
Bagi Keluarga Besar H. Saepudin di Kp. Balakasap, tradisi ini adalah bukti nyata bahwa warisan leluhur bukan hanya cerita masa lalu, tetapi nilai hidup yang terus diamalkan, diajarkan, dan diwariskan demi terbentuknya keluarga yang kuat, peduli, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (Dadan)
