Cimahi, MEDIASERUNI.ID – Ketua Gema Keadilan Cimahi H. Yefi Abdullah S.E,MIP, menyampaikan keprihatinannya terhadap arah perkembangan pendidikan di Indonesia, yang dinilai mulai mengalami kemunduran dari sisi karakter dan nilai budaya.
H. Yefi yang juga sekertaris dewan komisi 2 DPRD provinsi kota Cimahi, mengatakan itu di momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebagai fenomena yang tidak terlepas dari semakin ditinggalkannya nilai-nilai budaya ketimuran dalam sistem pendidikan.
Kurikulum yang berkembang saat ini dinilai cenderung lebih dekat dengan pengaruh budaya Barat, tanpa diimbangi dengan penguatan jati diri bangsa.
“Pendidikan hari ini tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga krisis karakter. Nilai-nilai seperti adab, gotong royong, dan penghormatan kepada guru mulai memudar. Ini menjadi tanda bahwa pendidikan kita kehilangan ruhnya,” ujar H. Yefi, Sabtu 2 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak dan berkarakter kuat. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk mengembalikan nilai-nilai luhur budaya bangsa ke dalam sistem pendidikan nasional.
“Modernisasi tidak bisa dihindari, namun harus disikapi dengan bijak. Kita tidak boleh kehilangan identitas. Pendidikan harus mampu menyaring pengaruh luar dan tetap berlandaskan pada kearifan lokal,” tambahnya.
H. Yefi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat kembali fondasi pendidikan yang berakar pada budaya bangsa.
Momentum Hari Pendidikan Nasional, lanjutnya, harus menjadi titik refleksi untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara global, tetapi juga kokoh dalam nilai dan karakter. (Chandra)
