Jakarta, MEDIASERUNI.ID – Presiden Republik Indonesia ke- 8 Prabowo Subianto, menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.

Kehadiran kepala negara di tengah ratusan ribu massa buruh menjadi sorotan utama dalam peringatan tahunan tersebut.

Sejak pagi hari, para buruh dari berbagai daerah telah memadati kawasan Monas dengan membawa atribut serikat pekerja serta spanduk berisi tuntutan. Presiden tiba sekitar pukul 08.36 Wib  dengan menaiki mobil Maung dan disambut antusias massa.

Selain Prabowo, beberapa pejabat negara yang hadir diacara tersebut diantaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi DascoAhmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Luar Negri Sugiono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigi.

Pada pidatonya, ia mengaku terharu diundang menghadiri peringatan May Day 2026 tersebut bersama para buruh. Sebab, ia menyadari para buruh bekerja dan berjuang untuk menghidupi anak serta keluarga mereka.

Baca Juga:  Zakaria, Potret Perajin Bambu Kampung Cicapar Girang Bandung Barat

Prabowo mengaku dirinya menjadi presiden berkat dukungan masyarakat diantara buruh, petani nelayan khususnya semua pekerja yang ada di Indonesia. Ia bertekad dan bersumpah akan berjuangan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang hidupnya masih sulit.

“Itu tugas pemerintah yang saya pemimpin. Itu tekad kami, kami tidak akan gentar, tidak akan menyerah dan ragu-ragu untuk membela rakyat Indonesia,” tegasnya.

Prabowo menyebutkan, buruh bisa menilai bahwa pemerintah dalam waktu satu tahun terakhir memilih kebijakan untuk seluruh rakyat Indonesia terutama buruh.

“Kita telah mengangkat ibu Marsinah menjadi pahlawan Nasional. Bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Melundo, Nganjuk Jawa Timur untuk meresmikan mosium perjuangan buruh yang diberi nama musium Marsinah,”ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, beliau membawa angin segar bagi para pekerja rumah tangga dengan mengesahkan (UU PPRT) Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, ini merupakan sejarah pertama di NKRI.

Baca Juga:  Cimahi Diarahkan Jadi Kota Metropolitan Berbasis Tradisi, Dedi Mulyadi Bilang Begini

“UU PPRT merupakan perjuangan lama, perjuangan 22 tahun bahkan selama Republik ini berdiri belum ada undang-undang perlindungan bagi pekerja pembantu rumah tangga,” ucapnya.

Selain UU PPRT dan musium perjuangan buruh beliau juga memperhatikan nasib para buruh dengan merencanakan pembangunan 1 juta rumah yang dekat dengan kawasan-kawasan industri ditahun sekarang.

“Kita akan bikin kota-kota baru, tiap kota kita akan bangun 100 000 rumah susun yang lengkap dengan sekolah, tempat olahraga, rumahsakit serta tranportasi eta itu kereta mupun bus,”tegasnya.

Sementara itu, perwakilan serikat buruh menyampaikan 11 tuntutan utama dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day. Salah satunya mendesak pemerintah segera mengesahkan Rencana Undang-Undang (RUU) ketenagakerjaan yang baru.

Peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan pekerja untuk memperkuat dialog serta mencari solusi bersama atas berbagai tantangan di sektor ketenagakerjaan. (Davi)