Bekasi, MEDIASERUNI.ID – Sidang Pleno Musyawarah Kabupaten (MUKAB) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi Tahun 2026 menetapkan Heri Noviar, S.E. sebagai calon ketua tunggal yang berhak mengikuti proses pemilihan Ketua KADIN Kabupaten Bekasi untuk periode mendatang.

Penetapan tersebut disampaikan dalam rangkaian sidang pleno yang berlangsung di Hotel Sahid Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin 8 Juni 2026. Heri Noviar mengusung visi memperkuat sinergi antara dunia industri dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua KADIN Kabupaten Bekasi periode 2021–2026 itu mengatakan MUKAB merupakan agenda organisasi yang digelar setiap lima tahun sekali sekaligus menjadi momentum regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan program kerja.

“Pembahasan inti dalam MUKAB ini adalah bagaimana KADIN dapat bersinergi dalam pembangunan daerah sebagaimana yang dikehendaki Bupati Bekasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Mantap! DPRD Purwakarta Serahkan Aspirasi Mahasiswa ke DPR RI

Menurut Heri, KADIN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ia mencontohkan transformasi sistem pembayaran UMKM yang kini semakin mudah melalui penggunaan QRIS.

Meski demikian, ia menegaskan pelaku UMKM tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perubahan tersebut. KADIN, kata dia, akan terus mendorong agar UMKM di Kabupaten Bekasi mampu tumbuh dan terhubung dengan sektor industri yang berkembang di wilayah tersebut.

“Saat ini terdapat sekitar 6.700 pabrik di Kabupaten Bekasi. Ke depan, kami ingin menciptakan link and match agar UMKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri besar,” katanya.

Heri juga menyoroti tantangan ekonomi global yang mendorong banyak perusahaan melakukan efisiensi, mulai dari kenaikan nilai tukar dolar hingga meningkatnya biaya produksi. Kondisi tersebut turut berdampak pada sektor industri di Kabupaten Bekasi yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  Ketua IRMUS Bongkar Sarang Prostitusi Pemalang: Jangan Cuma Razia di Calam, Sirandu Paling Ramai!

“Kenaikan biaya produksi dan upah minimum memang menjadi tantangan bagi dunia usaha. Namun demikian, aktivitas ekonomi di Kabupaten Bekasi masih tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Damar)