Karawang, MEDIASERUNO.ID – Pesisir Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, kembali ditemukan material hitam kecokelatan yang diduga merupakan ceceran minyak mentah atau oil spill.

Material berbentuk butiran tersebut ditemukan membentang di kawasan pesisir dan menimbulkan bau menyengat. Kondisi ini memicu kekhawatiran nelayan dan warga, terutama terkait potensi dampaknya terhadap kesehatan serta lingkungan.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan nelayan dan warga kepada Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat (FK KKPMP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang.

Ketua Forum KKPMP HNSI Karawang, Abdul Syafii, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB. Ia meminta material tersebut segera diperiksa untuk memastikan jenis, kandungan, dan sumbernya.

“Jenis dan kandungan material ini belum diketahui secara pasti. Karena itu perlu pemeriksaan dan pengujian agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” ujar Abdul.

Menurutnya, temuan di Cemarajaya menambah daftar laporan dugaan oil spill di perairan Karawang. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah material tersebut memiliki kaitan dengan temuan sebelumnya di wilayah Cilarage Jaya maupun lokasi lainnya.

Baca Juga:  Jabar Tingkatkan Akses Air Minum Layak dengan Pembangunan SPAM Ciparay

PHE ONWJ Pastikan Tidak Ada Kebocoran
Sementara itu, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menyatakan telah menerima laporan mengenai temuan ceceran minyak di perairan Tanjungpakis pada Minggu (23/8/2026) dan pesisir Cemarajaya pada Selasa 25 Agustus 2026.

Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan perusahaan langsung melakukan pengecekan terhadap fasilitas dan aktivitas operasional.

Pemeriksaan dilakukan melalui penyisiran menggunakan kapal patroli dan kapal operasi serta pemantauan udara dengan drone. “Perusahaan memastikan tidak ada anomali produksi, gangguan, maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi,” kata Pinto.

PHE ONWJ juga berkoordinasi dengan warga, pemerintah desa, Pokmaswas, DPC HNSI, dan Forum KKPMP untuk memantau kondisi pesisir Cemarajaya dan Tanjungpakis.

Baca Juga:  Nobar Semifinal AFF U-19 di Pendopo Kecamatan Pemalang, Camat Ajak Warga Satukan Dukungan untuk Garuda Muda

Forum KKPMP HNSI Karawang tetap mendorong instansi berwenang melakukan pemeriksaan lapangan dan uji laboratorium terhadap material tersebut. Hasil pengujian dinilai penting untuk mengungkap asal material sekaligus menentukan langkah penanganan.

Warga pesisir kini menunggu kepastian mengenai sumber material yang ditemukan agar potensi risiko terhadap lingkungan dan aktivitas nelayan dapat segera ditangani. (Damar)