Karawang, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah didesak segera memastikan masyarakat pesisir yang terdampak ceceran limbah minyak mentah yang diduga milik Pertamina mendapatkan kompensasi.
Desakan tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar warga pesisir menggantungkan penghasilan sebagai nelayan maupun petani tambak.
Ceceran minyak dikhawatirkan mengganggu aktivitas usaha dan menurunkan pendapatan masyarakat.
“Pemberian kompensasi atas kerugian yang diduga akibat ceceran minyak bagi pelaku usaha tambak dan nelayan juga perlu diperhatikan,” ujar Anggota DPRD Karawang, Taman, S.E, kepada Mediaseruni, dikutip Jumat 28 Agustus 2026.
Selain kompensasi, pemerintah juga diminta memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi nelayan dan warga yang terpapar limbah atau material minyak.
“Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk memastikan dampak paparan limbah terhadap kesehatan masyarakat dapat segera diketahui dan ditangani,” tegas Taman.
Sementara, untuk mencegah kejadian serupa, Taman mendorong Pemkab Karawang membangun sistem deteksi dini pencemaran di wilayah pesisir.
Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran APBD untuk pengadaan alat pemantau kualitas air laut yang dapat digunakan secara berkala.
“Untuk upaya pencegahan, Pemda Karawang dapat membuat sistem deteksi dini, mengalokasikan anggaran APBD untuk pengadaan alat pemantau kualitas air laut secara berkala,” pungkas Taman. (Damar)

