Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) genap memasuki usia ke-5 tahun. Organisasi yang lahir pada 1 Juni 2021 di Kabupaten Karawang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, terus menunjukkan eksistensi dan kontribusinya dalam memperjuangkan kesejahteraan guru serta penguatan pendidikan madrasah di Indonesia.
Didirikan dan dinahkodai oleh Heri Purnama, seorang aktivis sekaligus guru madrasah asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, PGMNI hadir sebagai wadah perjuangan dan pengabdian bagi para pendidik madrasah di seluruh nusantara.
Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi simbol bahwa organisasi ini dibangun di atas nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial, yang menjadi fondasi dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan madrasah dan kesejahteraan para guru.
Meski usianya masih relatif muda, PGMNI telah menorehkan berbagai capaian penting. Dalam lima tahun perjalanan organisasi, berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak guru madrasah sekaligus memperkuat kualitas pendidikan madrasah secara umum.
Di bawah kepemimpinan Haji Heri Purnama bersama para pendiri dan jajaran pengurus, PGMNI secara konsisten melakukan konsolidasi organisasi ke berbagai daerah. Hingga saat ini, kepengurusan PGMNI telah terbentuk di 28 provinsi di Indonesia dan 17 provinsi telah resmi dilantik secara langsung (offline).
Dalam setiap proses pengukuhan tersebut, jajaran Pengurus Besar PGMNI turun langsung ke daerah sebagai bentuk keseriusan dalam membangun organisasi yang kuat, solid, dan dekat dengan anggotanya.
Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa PGMNI semakin mendapat tempat di hati para guru madrasah. Semangat kebersamaan dan perjuangan yang dibangun sejak awal terus menjadi energi dalam memperluas jaringan organisasi serta memperkuat solidaritas sesama pendidik.
Selain melakukan penguatan kelembagaan, PGMNI juga aktif membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari audiensi dengan DPR RI, membangun komunikasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, hingga menjalin silaturahmi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi lainnya.
Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam memperjuangkan aspirasi guru madrasah sekaligus memperkuat posisi madrasah dalam sistem pendidikan nasional.
Penguatan kompetensi guru juga menjadi salah satu program prioritas organisasi. Berbagai kegiatan seminar, pelatihan, diskusi pendidikan, workshop, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia telah dilaksanakan di sejumlah daerah.
Program-program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru madrasah agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Refleksi Lima Tahun Perjuangan
Perjalanan lima tahun PGMNI bukanlah perjalanan yang mudah. Organisasi ini tumbuh dan berkembang di tengah berbagai keterbatasan, baik dari sisi sumber daya, dukungan, maupun tantangan yang dihadapi guru madrasah di berbagai daerah. Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti bergerak.
Justru dari keterbatasan itulah lahir semangat perjuangan yang kuat. PGMNI terus hadir sebagai warna dalam perjuangan guru madrasah Indonesia. Organisasi ini menjadi ruang aspirasi, ruang konsolidasi, sekaligus ruang penguatan bagi para guru yang selama ini mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di balik setiap capaian yang diraih, terdapat dedikasi, pengorbanan, dan loyalitas para pengurus di berbagai tingkatan yang terus bergerak tanpa mengenal lelah. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan pengabdian menjadi modal utama dalam menguatkan visi dan misi organisasi.
Loyalitas para pengurus menjadi fondasi penting yang menjaga keberlangsungan perjuangan PGMNI hingga mampu tumbuh dan berkembang seperti saat ini.
Lima tahun perjalanan ini juga menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan belum selesai. Masih banyak harapan guru madrasah yang perlu diperjuangkan, masih banyak aspirasi yang harus diperjuangkan agar memperoleh perhatian dan keberpihakan yang lebih kuat dari para pengambil kebijakan.
Agenda Strategis dan Perjuangan ke Depan
Memasuki usia ke-5 tahun, PGMNI menyadari bahwa masih banyak agenda besar yang harus diperjuangkan demi terwujudnya kesejahteraan guru dan kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia.
Salah satu fokus utama perjuangan organisasi adalah mendorong kebijakan PPPK bagi guru madrasah agar memperoleh kesempatan yang setara dalam pengangkatan dan pengembangan karier.
Selain itu, PGMNI juga terus memperjuangkan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru inpassing dengan memperhatikan masa kerja dan masa pengabdian, sehingga tercipta rasa keadilan bagi para guru yang telah lama mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan.
PGMNI juga menaruh perhatian besar terhadap percepatan sertifikasi guru madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik. Sertifikasi bukan hanya bentuk pengakuan atas kompetensi guru, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas layanan pendidikan.
Di samping itu, organisasi ini terus mengawal kebijakan terkait penguatan insentif bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah non-PNS yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah. Peningkatan kesejahteraan mereka merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada dunia pendidikan.
Tidak kalah penting, PGMNI juga mendorong adanya penguatan sarana dan prasarana madrasah di berbagai daerah. Ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai merupakan faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas, aman, nyaman, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Selain perjuangan dalam aspek kesejahteraan, peningkatan profesionalisme guru madrasah harus menjadi skala prioritas utama PGMNI ke depan. Di tengah perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan paradigma pendidikan, guru madrasah dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadiannya.
Oleh karena itu, PGMNI akan terus mendorong dan memperluas program-program pengembangan kapasitas guru melalui seminar, pelatihan, workshop, sertifikasi kompetensi, penguatan literasi digital, penelitian, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Guru yang sejahtera dan profesional merupakan fondasi utama dalam mewujudkan madrasah yang berkualitas. Karena itu, perjuangan PGMNI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak-hak guru, tetapi juga pada upaya membangun kualitas dan kapasitas sumber daya manusia madrasah.
Kesejahteraan dan profesionalisme harus berjalan beriringan sebagai dua pilar utama dalam membangun masa depan pendidikan madrasah yang lebih maju dan berdaya saing.
Seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari komitmen PGMNI untuk terus hadir di tengah-tengah guru dan tenaga kependidikan madrasah. Dengan semangat kebersamaan, loyalitas pengurus, serta dukungan seluruh anggota di berbagai daerah, PGMNI akan terus melangkah menjadi organisasi yang konsisten memperjuangkan hak, martabat, dan masa depan guru madrasah Indonesia.
Harlah Ke-5 PGMNI Digelar di Kabupaten Kuningan
Sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5, Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) akan menggelar kegiatan Harlah pada 20 Juni 2026 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota dari berbagai daerah, serta meneguhkan kembali komitmen perjuangan dalam mengawal kepentingan guru dan tenaga kependidikan madrasah.
Peringatan Harlah ke-5 tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan organisasi selama lima tahun, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan madrasah di masa depan.
Semangat kebersamaan yang dibangun dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan guru, peningkatan profesionalisme, penguatan kelembagaan, serta kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia.
Kabupaten Kuningan sebagai tuan rumah diharapkan menjadi saksi semangat baru PGMNI dalam memasuki usia yang semakin matang. Dari daerah yang dikenal dengan nilai-nilai religius, pendidikan, dan budaya gotong royong tersebut, PGMNI ingin menegaskan bahwa perjuangan untuk guru madrasah tidak boleh berhenti, melainkan harus terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan nasional.
Meneguhkan Komitmen Pengabdian
Lima tahun perjalanan telah membuktikan bahwa PGMNI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah perjuangan bagi guru madrasah. Dari Karawang, tempat kelahirannya yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, hingga Kabupaten Kuningan yang menjadi tuan rumah Harlah ke-5, PGMNI terus meneguhkan komitmennya untuk mengabdi, memperjuangkan, dan menguatkan madrasah sebagai pilar penting pendidikan bangsa.
Di usia yang ke-5 ini, besar harapan agar PGMNI semakin kokoh dalam menjalankan peran dan tanggung jawab organisasinya. PGMNI diharapkan terus menjadi wadah perjuangan bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah, menjadi ruang bersama dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, perlindungan profesi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia madrasah.
Lebih dari itu, PGMNI diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai mitra strategis berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), baik pemerintah, lembaga legislatif, organisasi profesi, dunia pendidikan, maupun masyarakat luas dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas, maju, dan berdaya saing.
Semoga hadirnya PGMNI terus menjadi wadah perjuangan, pusat penguatan profesionalisme, dan mitra strategis berbagai stakeholder dalam membangun pendidikan madrasah yang berkualitas.
Dengan semangat kebersamaan dan loyalitas seluruh pengurus serta anggota, PGMNI diharapkan mampu mengawal peningkatan kesejahteraan, memperkuat kompetensi dan profesionalisme guru, serta memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kemajuan madrasah dan masa depan pendidikan Indonesia.
Dengan semangat Hari Lahir Pancasila yang menjadi ruh kelahirannya, PGMNI diharapkan terus tumbuh menjadi organisasi yang kuat, independen, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi guru, tenaga kependidikan, madrasah, serta bangsa Indonesia.
Selamat Hari Lahir ke-5 Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI).
Semoga senantiasa istiqamah dalam perjuangan, kokoh dalam kebersamaan, kuat dalam pengabdian, unggul dalam profesionalisme, serta terdepan dalam mengawal aspirasi dan kesejahteraan guru madrasah Indonesia.
“Lima tahun adalah pijakan awal. Perjuangan harus terus berlanjut demi guru yang profesional dan sejahtera, madrasah yang berkualitas, serta Indonesia yang lebih maju.”
Dadan Saepudin
Ketum PD PGMNI KBB
