Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan DPC PKS Batujajar.

Kegiatan Minggu 19 April 2026, tidak hanya menjadi ajang temu kangen pasca Ramadan, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan komitmen sosial di tengah masyarakat.

Mengusung semangat hadits riwayat Al-Bukhari, “Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apa pun, hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia)”, acara ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya saling memaafkan sebelum terlambat.

Beragam kegiatan turut memeriahkan acara, mulai dari senam KSN, bazar UMKM, pembagian doorprize, hingga makan bersama (botram) yang semakin mempererat nuansa kekeluargaan.

Turut hadir perwakilan DPD PKS Kabupaten Bandung, Gumilar, S.IP., beserta jajaran pengurus DPD PKS KBB.

Dalam sambutannya, Gumilar menyampaikan empat amanat penting sebagai arah gerak kader ke depan, yaitu:Menguatkan satu sama lain, bukan saling melemahkan.

Mengembangkan dakwah melalui pembentukan grup UPA (Unit Pembinaan Anggota) di setiap desa. Memperluas jejaring sosial dengan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  H. Rizal Bawazier Serahkan Bantuan Paket Ternak Ayam di Pemalang, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Menjaga semangat khidmatul ummah, yakni terus melayani masyarakat meski dalam keterbatasan.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh hadirin.

“Jika ada janji yang belum tertunaikan, mohon dimaafkan. Jika ada utang-piutang, silakan ditagih. Dan jika pernah berbuat zhalim, saya memohon keikhlasan untuk dimaafkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKS Batujajar, Ade Aziz Sujudi, S.Pt., menegaskan bahwa Halal Bihalal merupakan momentum emas untuk menyucikan hati, baik dalam hubungan dengan Allah (hablum minallah) maupun dengan sesama manusia (hablum minannas).

“Ini saatnya kita membersihkan ‘karat-karat’ dosa dan merapikan kembali benang kusut dalam hubungan antarmanusia yang kerap terikat oleh ego dan kesalahpahaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, memaafkan bukan berarti melupakan, melainkan membebaskan diri dari beban luka yang tidak perlu dibawa.

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustadz Abi Ihsan yang menekankan pentingnya keikhlasan dalam memaafkan.

Baca Juga:  Tinggi Kasus TBC di Cikampek, Perlu Mendapat Perhatian Serius

Ia menjelaskan bahwa silaturahmi dan saling memaafkan tidak hanya memperbaiki hubungan sosial, tetapi juga mendatangkan ridha Allah SWT serta menggugurkan dosa.

“Siapa yang memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa silaturahmi menjadi salah satu kunci terbukanya pintu rezeki dan keberkahan hidup, yang tidak hanya berupa materi, tetapi juga kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan batin.

Dalam pesannya, Ustadz Abi Ihsan mengajak seluruh peserta menjadikan Halal Bihalal sebagai komitmen berkelanjutan, bukan sekadar tradisi tahunan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, saling menghargai pasangan, serta menumbuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan doa bersama dan makan botram, di mana setiap peserta membawa hidangan dari rumah masing-masing.

Momen ini menjadi simbol kebersamaan yang sederhana namun sarat makna: berbagi, memaafkan, dan saling menguatkan dalam harmoni. (Dadan)