Jakarta, MEDIASERUNI.ID – Berulangnya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah memicu sorotan tajam dari parlemen.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mendesak pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan program tersebut.

“Setiap peristiwa, menjadi perhatian bersama. Di balik angka-angka itu, ada anak-anak dan warga yang harus dijaga kesehatannya,” kata Netty, mengutip Parlementaria, Senin 7 September 2026.

Netty menegaskan bahwa kesehatan anak-anak dan masyarakat penerima manfaat harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pengawasan tidak boleh sekadar dilakukan saat makanan disajikan, melainkan dari hulu hingga hilir.

Baca Juga:  Rumah Kreasi Indonesia Hijau dan Pemkab Purwakarta Jalin Kerja Sama Percepat Akses Pendidikan Tinggi

“Pengawasan harus dimulai sejak penyusunan petunjuk teknis, pemilihan bahan baku, hingga proses distribusi. Setiap tahap wajib memiliki standar yang jelas,” tegas Netty.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Netty mendorong BGN mengambil langkah konkrit.

Audit Transparan

BGN diminta membuka hasil audit setiap kasus keracunan secara terbuka sebagai bahan perbaikan sistem secara nasional.

Evaluasi SPPG Terintegrasi

Jika ditemukan pola kesalahan yang sama, BGN harus langsung mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki risiko serupa tanpa menunggu timbulnya korban baru.

Baca Juga:  Pemkab Pemalang Ajak Warga Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pembangunan Daerah

Kanal Pengaduan 

Menyediakan layanan pengaduan masyarakat yang cepat tanggap, serta memberikan apresiasi bagi warga yang melaporkan dugaan pelanggaran secara valid. (*)