MEDIASERUNI.ID – Mendapatkan match di aplikasi kencan hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya justru dimulai saat kamu mencoba mencairkan suasana lewat pesan singkat. Tidak sedikit obrolan yang terhenti di tengah jalan hanya karena canggung, terlalu agresif, atau kehabisan topik bahasan.
Agar obrolan tetap mengalir seru dan membuka peluang untuk lanjut ke tahap berikutnya, simak lima etika dan panduan chatting di aplikasi kencan berikut.
- Beri Pujian Spesifik dan Tulus
Pujian adalah cara tercepat untuk menarik perhatian, tetapi hindari pujian yang terlalu umum atau berlebihan. Alih-alih hanya memuji penampilan, cobalah cermati isi profilnya. Apresiasi keahlian, hobi, atau pencapaian yang dia tampilkan dengan sedikit selipan humor manis agar terasa lebih alami dan tidak kaku.
- Hindari Pertanyaan Klise bak Interogasi
Obrolan yang awet bersumber dari kenyamanan dua arah. Hindari memberondong pertanyaan beruntun yang klise seperti “Lagi apa?” atau “Sudah makan belum?”. Cobalah ajukan pertanyaan terbuka yang memancing cerita menarik, sehingga pembicaraan terasa seperti dialog yang santai, bukan wawancara kerja.
- Hargai Waktu dan Atur Pacing Balas Pesan
Setiap orang memiliki kesibukan masing-masing, jadi hindari menuntut balasan instan dalam hitungan menit. Sebaliknya, jika kamu sedang sibuk, sampaikan secara sopan bahwa kamu akan membalas pesannya begitu ada waktu luang. Usahakan jeda membalas tidak lebih dari 6 jam agar momentum dan antusiasme obrolan tidak menghilang begitu saja.
- Simpan Topik Berat untuk Pertemuan Langsung
Aplikasi kencan pada dasarnya adalah wadah untuk berkenalan secara kasual dan menyenangkan. Tahan dulu pembahasan topik-topik berat seperti pandangan politik, prinsip hidup yang rumit, atau masa lalu yang sensitif. Simpan topik tersebut untuk sesi telepon atau saat bertemu langsung. Untuk menjaga suasana tetap hangat di teks, kamu juga bisa menyisipkan emoji secukupnya agar pesanmu terasa lebih ekspresif.
- Tetap Jujur dan Jadilah Diri Sendiri
Saat sinyal kecocokan mulai terasa, pertahankan momentum tersebut dengan bersikap transparan. Hindari melebih-lebihkan fakta atau memanipulasi cerita hanya demi terlihat sempurna. Menjadi diri sendiri sejak awal akan menghindarkanmu dari drama salah ekspektasi ketika hubungan berlanjut ke tahap yang lebih serius. (*)

