PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Indra Ade Himawan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Loneng, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jumat (4/9/2026).
Indra datang ke Kantor Desa Loneng untuk menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia pemilihan bakal calon kepala desa dengan diiringi ratusan pendukungnya, Momentum tersebut sekaligus menjadi langkah awal dirinya untuk mengikuti kontestasi Pilkades Loneng.
Usai mendaftarkan diri, Indra menegaskan bahwa pencalonannya tidak sekadar untuk memenangkan pertarungan politik desa. Ia membawa misi utama untuk menyatukan kembali masyarakat Desa Loneng yang dinilai sempat terpecah akibat perbedaan pilihan dalam Pilkades.
“Paling langkah pertama, jika saya terpilih, saya akan menyatukan warga Desa Loneng yang sudah terpecah-pecah akibat Pilkades ini,” tegas Indra.
Ia menilai perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Namun setelah proses Pilkades selesai, seluruh warga harus kembali menjadi satu keluarga besar untuk bersama-sama membangun Desa Loneng.
Usung Jargon “JUARA”
Dalam pencalonannya, Indra membawa semangat “JUARA”, yang menurutnya merupakan prinsip dasar dalam menjalankan pemerintahan desa.
“JUARA itu jujur, adil, dan merakyat,” ujarnya.
Jujur, kata Indra, menjadi landasan dalam mengelola pemerintahan desa, termasuk pengelolaan Dana Desa dan berbagai program pembangunan.
Sementara adil berarti tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan pilihan politik.
“Walaupun dulunya mendukung siapa atau dari kelompok mana, semua saya rangkul tanpa terkecuali,” katanya.
Adapun semangat merakyat akan diwujudkan dengan menghadirkan kepala desa yang dekat dengan masyarakat dan siap mendengarkan persoalan warga.
Menurut Indra, berbagai persoalan seperti irigasi, jalan, penerangan maupun kebutuhan masyarakat lainnya harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah desa.
“Saya akan hadir 24 jam untuk melayani dan mengerti kepada masyarakat di seluruh wilayah Desa Loneng,” tegasnya.
Pilkades Jangan Jadi Pemecah Warga
Indra juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pilkades sebagai momentum mempererat silaturahmi, bukan justru memperlebar perbedaan.
Ia berharap seluruh tahapan Pilkades Loneng hingga pemungutan suara pada 9 Oktober 2026 dapat berjalan aman, tertib dan kondusif.
“Semoga sampai tanggal 9 Oktober tidak terjadi apa-apa, tidak ada gesekan. Jadikan momentum Pilkades ini sebagai wadah menjalin silaturahmi,” katanya.
Indra menegaskan, siapapun yang nantinya mendapat amanah masyarakat harus mampu merangkul seluruh elemen warga.
Baginya, kemenangan sejati bukan hanya soal memperoleh suara terbanyak, tetapi bagaimana setelah Pilkades masyarakat kembali bersatu dan bersama-sama membangun desa.
“Bersatunya masyarakat dan kerukunan warga Desa Loneng akan membawa desa ini menjadi lebih baik,” pungkasnya.(Opic)

