Tasikmalaya, MEDIASERUNI.ID – Udara pagi yang sejuk di halaman Gedung Juang 45, Kota Tasikmalaya, pada Senin, 1 Juni 2026, menjadi saksi momen khidmat dan penuh makna. Di tempat ini, berkumpul jajaran prajurit TNI, Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Kodim 0612/Tasikmalaya, serta seluruh personel Satuan Badan Pelaksana (Satbalak) untuk melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Berdiri tegak di tengah barisan peserta yang tertib dan disiplin, Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, bertindak selaku Inspektur Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh penghayatan dan kekhidmatan, mencerminkan rasa hormat yang mendalam terhadap nilai-nilai luhur yang telah menjadi fondasi utama berdirinya bangsa Indonesia selama puluhan tahun silam.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni untuk mengenang sejarah dirumuskannya dasar negara semata. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah derasnya arus perubahan zaman dan dinamika global yang bergerak cepat, bangsa Indonesia tetap memiliki pijakan yang kokoh untuk menjaga keutuhan persatuan serta arah perjalanan masa depan bangsa.

Dalam amanat yang dibacakan, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menyampaikan pesan resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ditekankan dalam amanat tersebut, bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen refleksi nasional untuk memastikan agar semangat dan nilai Pancasila tetap terus menyala, hidup, dan tumbuh dalam jiwa setiap warga negara Indonesia, tanpa terkecuali.

Baca Juga:  Upaya Melestarikan Lingkungan, Koramil 1214/Sukaraja Tanam Pohon Sukun Di Wilayah Desa Cilolohan

Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema besar: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini mengandung makna mendalam, membawa pesan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan dan ampuh dalam menjaga keutuhan Indonesia yang sangat majemuk, tetapi juga memiliki peran strategis dan penting dalam mendorong terciptanya perdamaian dan ketertiban di kancah internasional.

Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” bangsa, yang telah terbukti secara nyata mampu menyatukan berbagai suku, agama, ras, dan budaya di Indonesia. Di saat banyak negara di dunia sedang menghadapi tantangan berat berupa perpecahan, konflik, dan ketidakpastian, Indonesia terus berdiri tegak dan menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan sebuah kekuatan besar untuk melangkah maju bersama.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab sejarah dan moral untuk ikut serta mewujudkan ketertiban dunia, sebagaimana telah diamanatkan secara tegas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Melalui prinsip musyawarah, semangat kemanusiaan, nilai persatuan, dan keadilan sosial, Indonesia terus berupaya menjadi bagian dari solusi dalam berbagai persoalan global.

Komitmen ini tercermin nyata melalui kontribusi aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia, jalinan diplomasi internasional, hingga konsistensi suara Indonesia yang selalu memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa lain yang masih menghadapi berbagai bentuk penindasan maupun konflik.

Baca Juga:  Rikkes Kodim 0612/Tasikmalaya: Tangkap "Sinyal Tubuh" demi Kesiapan Tugas

Bagi seluruh peserta upacara yang hadir, peringatan ini menjadi pengingat tegas bahwa mengamalkan Pancasila tidak cukup hanya melalui ucapan atau sekadar hafalan semata. Nilai-nilai luhur tersebut harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, baik saat melaksanakan tugas negara, berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat, maupun dalam setiap bentuk pengabdian kepada bangsa dan tanah air.

Dari halaman Gedung Juang 45 ini, pesan persatuan itu kembali menggema kuat: Bahwa bangsa Indonesia akan tetap besar dan kuat selama persatuan terus dijaga, semangat gotong royong tetap hidup di hati, dan Pancasila senantiasa dijadikan cahaya yang menerangi langkah perjalanan bangsa menuju masa depan yang gemilang. (Abucek)