Kota Bandung, MEDIASERUNI.ID – Alumni SMP Negeri 3 Bandung Angkatan 1981 atau IKA 381 baru-baru ini merasakan kembali nostalgia masa SMP dalam sebuah acara Silaturahmi Pasca Idul Fitri 1447 Hijriah di Hotel De Sofia Jl. Tengku Angkasa No.27 kota Bandung, Sabtu (16/05/2026).

Acara ini dihadiri sekitar 75 alumni, diantaranya: Ketua IKA 381 (Mantan Sekdis Distaru Kota Bandung) Ahmad Tajudin Sastrawinata, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung Ir. Iwa Gartiwa, MM., Guru Besar Hubungan Internasional UNPAD Prof. Dr. Drs. Dudy Heryadi, M.Si., Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng., dan Presiden Asep Sedunia Periode 2020-2025 Asep Ruslan.

silaturahmi
Ketua IKA 381 Ahmad Tajudin Sastrawinata, Rachman Arief Dienaputra, Asep Ruslan dan anggota IKA 381, Sabtu (16/05/2026) di Hotel De Sofia Jl. Tengku Angkasa No.27 kota Bandung (Foto: Asep Ruslan).

Ketua IKA 381 Ahmad Tajudin Satrawinata menyampaikan, acara ini mengusung tema, “Seuntai Memori Berjuta Cerita, Satu Ikatan Persahabatan di IKA 381”. Adalah sebuah perenungan indah yang menggambarkan betapa berharganya sebuah hubungan silaturahmi.

“Ini adalah pengingat bahwa setiap momen kecil yang dilalui bersama menjadi kenangan abadi, merangkai kisah tak terlupakan, dan menyatukan hati dalam ikatan persahabatan dan silaturahmi yang kuat,” kata Tajudin

Menurut Tajudin, acara ini menjadi momen penting bagi mereka untuk temu kangen, saling berbagi kisah, dan merajut kembali tali persaudaraan atau silaturahmi yang telah terjalin sejak SMP selama 45 tahun (1981-2026).

“Kerinduan dan kecintaan akan almamater SMPN 3 Bandung, menjadi semangat utama yang mendorong kehadiran para alumni dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, Banten dan Jakarta,” ucapnya.

Ia merasa bersyukur, terharu dan apresiasi kepada semua pihak dan teman-teman alumni atas terselenggaranya acara silaturahmi ini.

“Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT dan terimakasih kepada teman-teman IKA 381 yang dapat hadir di acara silaturahmi ini. Juga penghargaan yang setingginya untuk para donator. Jazakumullah Khairan Katsiran. Semoga Allah SWT membalas kebaikan teman-teman semua dengan kebaikan yang banyak dan penuh berkah. Dan saya berharap IKA 381 tetap selau kompak,” pungkasnya.

Tausyiah dan doa diisi oleh Ustadz H. Asep Ruslan atau yang akrab disapa Kang Asep, Pembina Pondok Pesantren Rahmat Lil Alamin di Purwakarta, yang juga anggota IKA 381, dengan tema “Perintah, Hukum dan Hikmah Silaturahmi.”

Dalam tausiahnya Kang Asep menyampaikan bahwa, sejatinya manusia adalah makhluk sosial dalam artian manusia itu sendiri saling membutuhkan. Dengan bersilaturahmi dapat memudahkan kegiatan-kegiatan manusia itu sendiri.

“Terdapat banyak keberkahan dan manfaat dari silaturahmi. Namun tak sedikit pula manusia yang memutus tali silaturahmi dengan kerabatnya, hanya karena mementingkan ego atau kepentingan pribadi. Perkara ekonomi menjadi hal yang paling sering terjadi atas terputusnya tali silaturahmi dari seseorang,” kata Kang Asep.

Melalui tausiahnya, Kang Asep ingin memberikan pemahaman mengenai Perintah dan Anjuran Silaturahmi, Hukum Memutus Silaturahmi dan 7 Manfaat Silaturahmi Dalam Pandangan Islam.

Baca Juga:  Seni dan Keputusan Strategis yang Menentukan Masa Depan Garut

Perintah dan Anjuran Silaturahmi

Banyak dalil yang memberikan anjuran untuk menjaga tali silaturahmi dan manfaat silaturahmi dalam pandangan Islam yang mana penting diketahui bagi umat Islam guna menjaga silaturahmi menjadi bagian dari ketaqwaan kepada Allah SWT, berikut beberapa dalil tersebut:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim).

Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk menjalankan dan menjaga hubungan silaturahmi, mau itu dari hubungan yang mulai renggang ataupun yang masih harmonis, pada hadits berikut terdapat pembahasan mengenai menjaga hubungan silaturahmi:

“Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (kerabat) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya.” (HR. Bukhari)

Disisi lain, dalam QS Al-Baqarah Ayat 83 terdapat anjuran berbudi baik kepada kerabat, sebagai berikut:

“Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari) kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.” (QS Al-Baqarah 83).

silaturahmi
Asep Ruslan dan Prof. Dudy Heryadi, Sabtu (16/05/2026) di Hotel De Sofia Jl. Tengku Angkasa No.27 kota Bandung (Foto: Asep Ruslan).

Terdapat kata “kerabat” dalam ayat tersebut bahkan diucapkan lebih dulu daripada “anak yatim” dan sebagaimana kita tahu bahwa memuliakan anak-anak yatim adalah sebuah amalan yang amat sangat menjanjikan pahalanya, ini menunjukkan betapa luar biasanya apabila kita selalu menjaga silaturahmi.

Hukum Memutus Silaturahmi

Umat Islam sudah sepatutnya mengetahui akan pentingnya menjaga silaturahmi terhadap sesama dan juga dengan cara mengetahui tentang memutuskan tali silaturahmi membuat seseorang akan takut untuk melanggarnya, berikut dalil yang memberitahukan tentang ancaman memutuskan silaturahmi:

“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya (di dunia ini) – berikut dosa yang disimpan untuknya (di akhirat) – daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Abu Daud & Tirmidzi).

“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Beberapa dalil tersebut sudah menjelaskan akan bahayanya ketika seseorang dalam keadaan sadar sedang melakukan perbuatan memutuskan tali persaudaraan atau silaturahmi.

7 Manfaat Silaturahmi dalam Pandangan Islam

  1. Melapangkan Rezeki

Silaturahmi salah satu manfaatnya  adalah karenanya rezeki terlapangkan. Rezeki seseorang ada kalanya mengalami kesulitan. Allah SWT begitu mudah memberikan rizki bagi hambanya, bahkan dari arah yang tak terduga-duga.

“Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari & Muslim)

  1. Memperpanjang Umur

Manusia sering kali bersalah dan menjadi lupa, maka dari itu bertaubat atas dosa-dosa pada masa lampau memiliki kesempatan untuk bisa memperpanjang umur setiap manusia itu sendiri.

Baca Juga:  Kunjungan Tokoh Asep Sadunya ke Percetakan Quran Al Qosbah di Bandung
silaturahmi
Silaturahmi Alumni SMPN 3 Bandung Angkatan 1981 atau IKA 381, Sabtu (16/05/2026) di Hotel De Sofia Jl. Tengku Angkasa No.27 kota Bandung (Foto: Asep Ruslan).
  1. Menghibur Kerabat

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS Ar-Rahmaan 60)

Manusia merupakan makhluk sosial, yang mana membutuhkan orang lain untuk dapat menjalani kehidupannya. Oleh karena itu bukan tidak mungkin saat seseorang sedang mengalami kesulitan, silaturahim yang terjalin antar kerabat dapat menjadi penghiburnya.

  1. Sebagai Tanda Ketaatan Kepada Allah

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Karena silaturahmi merupakan ajaran perintah langsung dari Allah SWT, bahkan Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang menyambung talisilaturahmi adalah orang yang beriman kepada hari akhir.

  1. Menghilangkan Perselisihan

Perselisihan seringkali terjadi antar saudara maupun kerabat. Hal tersebut terjadi bisa karena perbedaan pilihan, prinsip atau bahkan masalah ekonomi. Namun, meskipun demikian Allah melarang untuk memutuskan hubungan tali silaturahmi.

Dan menjadi salah satu hikmah silaturahmi dalam islam, yaitu dapat menghilangkan perselisihan yang sedang terjadi. Salah satunya saling bertegur sapa, bukan tidak mungkin masalah akan terseleseikan dengan baik kareenanya.

  1. Mendapatkan Rahmat

Allah Berfirman: “Aku adalah Maha pengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR. Abu Dawud)

Amalan paling mudah agar mendapat rahmat dari Allah SWT adalah dengan cara menyambung tali silaturahmi.

  1. Masuk Surga

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

Suatu bentuk ikhtiar dan ketaatan kepada Allah SWT adalah dengan mengharapkan surga dari-Nya dengan cara menyambung tali silaturami.`

Kegiatan tausiah berlangsung khusyuk dan penuh perhatian. Diharapkan pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi seluruh alumni untuk senantiasa menjaga silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, saling tolong menolong, saling mema’afkan, serta meningkatkan kualitas ibadah untuk 11 bulan diluar bulan Ramadhan.

Di akhir tausyiahnya, Kang Asep mengajak semua yang hadir untuk berdoa, khususnya buat teman-teman dan para guru SMPN 3 Bandung yang telah meninggal dunia.

Acara silaturahmi IKA 381, diakhiri dengan saling bersalaman, saling berma’af-ma’afan, makan siang, foto bersama, menyanyi dan menari bersama dengan hiburan live musik.