PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, mulai memasuki tahapan penting. Tiga calon kepala desa tampil menyampaikan visi dan misi, sekaligus menawarkan berbagai terobosan pembangunan untuk membawa desa ke arah yang lebih maju.
Pemaparan visi dan misi serta pengundian nomor urut tersebut berlangsung di Pendopo Kantor Desa Pegiringan, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masing-masing calon untuk memperkenalkan program unggulan sekaligus meyakinkan masyarakat mengenai arah kepemimpinan yang akan mereka jalankan apabila terpilih.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bantarbolang Imam Santoso, unsur Polsek dan Koramil Bantarbolang, panitia pengawas, serta masyarakat dan pendukung masing-masing calon. Suasana kegiatan berlangsung dengan antusias, mencerminkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Dalam kesempatan itu, Camat Bantarbolang Imam Santoso menyampaikan bahwa kunjungannya ke Desa Pegiringan merupakan bagian dari rangkaian pemantauan tahapan Pilkades Serentak di wilayah Kecamatan Bantarbolang.
Saat diwawancarai Media Seruni, Imam Santoso menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah menjadwalkan kegiatan pengundian nomor urut dan pemaparan visi-misi calon kepala desa di 10 desa di wilayah Kecamatan Bantarbolang.
“Kami ingin memastikan sekaligus menyaksikan secara langsung seluruh rangkaian tahapan Pilkades di Kecamatan Bantarbolang berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Kehadiran kami juga sebagai bentuk perhatian dan pengawasan agar setiap tahapan dapat terlaksana dengan baik sesuai ketentuan,” ungkap Imam Santoso.
Ia berharap pelaksanaan Pilkades Serentak tidak hanya berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum demokrasi yang membawa kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat dapat bergembira dalam pesta demokrasi Pilkades Serentak yang berlangsung di Kecamatan Bantarbolang. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting, seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan, kerukunan, keamanan, dan kondusivitas lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, ketiga calon kepala desa Pegiringan menyampaikan gagasan dan program unggulan dengan pendekatan yang berbeda.
Ali Mahmud, S.Pd., Calon Nomor Urut 1, mengusung semangat Abdi Desa Siap Pengawal dengan visi mewujudkan Pegiringan yang mandiri, produktif, amanah, dan transparan. Salah satu program yang menjadi perhatiannya adalah pembenahan disiplin aparatur pemerintah desa, termasuk mendorong kehadiran perangkat desa tepat waktu mulai pukul 08.00 WIB melalui pendekatan persuasif dan pemasangan papan informasi. Selain itu, ia menawarkan pengembangan destinasi wisata mandiri sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Ahmad Syaifudin, S.E., Calon Nomor Urut 2, yang dikenal dengan nama Giseng Sajakun, menawarkan visi Desa Pegiringan yang maju, mandiri, sejahtera, dan berbudaya melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta partisipatif.
Program yang ditawarkan mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, tepat, dan akuntabel. Ia juga menekankan pemerataan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, drainase, penerangan, dan akses air bersih dengan mengedepankan aspirasi masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Di sektor ekonomi, Ahmad Syaifudin berkomitmen memperkuat UMKM, pertanian, usaha konveksi, serta potensi lokal. Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, keamanan, dan kerukunan masyarakat juga menjadi bagian dari program yang disampaikannya.
Duhari, S.Pd.I., Calon Nomor Urut 3, mengusung semangat Berdaya dengan menitikberatkan pada kepemimpinan yang bersih, terbuka, dan transparan. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah penyajian infografis data pembangunan agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka perkembangan dan penggunaan program pembangunan desa.
Berbekal pengalaman kepemimpinan sebelumnya, Duhari juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan pembenahan sistem irigasi. Ia turut menawarkan pengembangan kembali digitalisasi desa yang sebelumnya pernah mengantarkan Pegiringan meraih prestasi tingkat nasional, sehingga pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat semakin mudah dan efektif melalui saluran digital.
Paparan ketiga calon tersebut memperlihatkan adanya beragam gagasan untuk menjawab kebutuhan dan potensi Desa Pegiringan. Mulai dari pembenahan tata kelola pemerintahan, pemerataan infrastruktur, pengembangan ekonomi lokal, penguatan pertanian, hingga optimalisasi teknologi digital.
Kini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mencermati setiap program yang ditawarkan sebelum menentukan pilihan pada hari pemungutan suara. Adu gagasan diharapkan menjadi bagian dari demokrasi yang sehat, bukan justru memunculkan perpecahan di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kedewasaan berdemokrasi, Pilkades Serentak Desa Pegiringan diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang amanah, memiliki komitmen terhadap pembangunan, serta mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Pesta demokrasi desa bukan sekadar tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat tetap bersatu untuk membangun desa ke arah yang lebih baik.
