Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kemarahan warga Perumahan Villa Kencana, Desa Wancimekar, akhirnya memuncak. Minggu 24 Mei 2026, sekitar pukul 20.15 Wib, mereka melakukan penyegelan kantor pemasaran perumahan.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pihak pengembang yang diduga ingkar janji terkait penanganan banjir.

Aksi itu dipicu karena hingga kini sejumlah kesepakatan yang pernah dibuat bersama warga belum juga direalisasikan. Padahal, kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam notulen pertemuan warga RT 04/RW 02 bersama pihak pengembang pada Rabu, 28 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat tujuh poin kesepakatan yang dirancang untuk mengantisipasi banjir di lingkungan perumahan.

Beberapa di antaranya yakni pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Blok C7 hingga C9, pembangunan kolam retensi seluas 200 meter persegi dengan kedalaman dua meter, hingga penyediaan pompa air.

Baca Juga:  Konsolidasi Perdana, AMKI Karawang Silaturahmi Pengurus

Selain itu, pengembang juga disebut menargetkan surat perintah pembangunan DPT dan kolam retensi keluar dalam waktu dua minggu, serta proses pengerjaan ditargetkan selesai selama empat bulan.

Untuk penanganan sementara, disepakati pembuatan tanggul menggunakan karung berisi tanah dan pengerukan sedimen yang mengendap saat pembangunan berlangsung. Namun menurut warga, seluruh poin tersebut hingga kini belum terealisasi secara maksimal dan hanya menjadi janji semata.

“Kami minta tanggung jawab nyata, bukan alasan lagi. Kalau tetap tidak ada kejelasan, kami akan melaporkan persoalan ini ke DPRD Karawang,” ujar Neni, salah seorang warga.

Warga mengaku kecewa karena banjir masih terus terjadi setiap hujan turun. “Air bahkan kerap masuk hingga ke teras dan ruang tamu rumah warga. Ini yang paling parah. Warga makin kecewa karena meski sudah ada perjanjian tertulis bermaterai, tetap saja masih bisa mengelak,” ungkap Neni.

Baca Juga:  Hari Otonomi Daerah XXIX, Wabup Sukabumi Tegaskan Pentingnya Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Warga berharap pihak pengembang segera mengambil langkah konkret agar persoalan banjir yang terus menghantui kawasan Perumahan Villa Kencana tidak semakin merugikan masyarakat. (Asep)