Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kepala UPT Puskeswan, drh. Dian Kurniasih, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penularan toksoplasma yang dapat berasal dari kotoran kucing. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan hewan peliharaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran parasit tersebut.
Dian menjelaskan, toksoplasma merupakan parasit yang tinggal dan berkembang biak pada saluran pencernaan kucing. Telur toksoplasma dikeluarkan bersama feses atau kotoran kucing.
“Toksoplasma adalah parasit yang terdapat pada kucing. Parasit ini berada di saluran cerna dan biasanya keluar bersama feses,” ujar drh. Dian, Senin 15 Juni 2026.
Ia menerangkan, kotoran kucing yang berada di lingkungan terbuka, seperti rumput atau tanah, dapat menjadi media penyebaran telur parasit. Seiring waktu, telur tersebut berkembang menjadi bentuk infektif yang berpotensi menular ke hewan lain.
“Feses kucing sering ditemukan di rumput atau tanah. Telur toksoplasma yang ada di dalamnya dapat berkembang dan menempel pada lingkungan sekitar,” katanya.
Menurut Dian, hewan ruminansia seperti sapi dan kambing dapat terpapar parasit saat mengonsumsi rumput yang telah terkontaminasi. Setelah masuk ke tubuh hewan, parasit dapat membentuk kista pada jaringan otot dan daging.
“Parasit yang masuk ke tubuh sapi atau kambing dapat membentuk kista yang bersemayam di jaringan otot maupun daging,” jelasnya.
Ia menambahkan, kista tersebut memiliki daya tahan yang cukup tinggi. Karena itu, risiko penularan kepada manusia dapat terjadi apabila daging dari hewan yang terinfeksi dikonsumsi dalam kondisi tidak matang sempurna.
“Jika daging yang mengandung kista dimasak tidak matang sempurna lalu dikonsumsi manusia, maka dapat terjadi penularan,” ungkapnya.
Untuk mencegah risiko tersebut, Dian mengimbau para pemilik kucing agar selalu menjaga kebersihan kandang maupun litter box serta rutin memeriksakan kesehatan hewan peliharaan.
“Pemilik kucing harus rutin membersihkan litter box, melakukan vaksinasi berkala, serta memeriksakan hewan untuk memastikan bebas dari kutu dan cacing,” tuturnya.
Dian juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
“Mari jaga kesehatan hewan peliharaan, terutama kucing, dengan memperhatikan sanitasi, kebersihan lingkungan, dan rutin memeriksakannya ke Puskeswan,” pungkasnya. (Damar)
