Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bersama Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida), memonitoring progres pembangunan Taman Ade Irma Suryani. Pengerjaan taman yang terbagi dalam lima segmen ini telah mencapai 20 hingga 30 persen.
Pembangunan taman tersebut mengusung pola kolaborasi antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan swasta di Karawang.
”Hari ini kami bersama Baperida tengah melakukan monitoring dan evaluasi Taman Ade Irma yang memiliki lima segmen pengerjaan,” ujar Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Karawang Agus Mustaqin, Selasa 29 September 2026, di lokasi peninjauan.
Agus menjelaskan, Segmen A telah dibangun pada akhir tahun 2025. Saat ini, DLH sedang memproses pembangunan Segmen B, sedangkan Segmen C, D, dan E sepenuhnya diserahkan kepada pihak swasta melalui program CSR.
”Untuk Segmen C merupakan CSR dari PT Pindo Deli, Segmen D didanai oleh Resinda dan PT BMJ, sementara Segmen E dari Agung Podomoro. Jadi, pelaksanaan pembangunan fisik dan penganggarannya dialokasikan langsung oleh pihak perusahaan,” jelasnya.
Progres fisik di lapangan saat ini berada di kisaran 20 hingga 30 persen mengingat pekerjaan awal baru dimulai pada pekan pertama September. Petugas di lapangan masih memfokuskan pengerjaan pada pembersihan sisa puing dan penataan lahan.
”Minggu pertama kemarin kami fokuskan untuk land clearing. Nanti menjelang pembangunan jalur KRL, kami juga berencana menanam pohon bambu di sepanjang area sebagai pembatas,” tambah Agus.
Ia menegaskan, kolaborasi pendanaan CSR untuk penataan fasilitas publik seperti Taman Ade Irma Suryani akan terus dibuka. Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama CSR dengan perusahaan lain untuk menyempurnakan area taman.
”Taman Ade Irma ini merupakan milik seluruh warga Karawang. Kami masih menunggu arahan teknis selanjutnya dari Baperida. Harapannya, setelah seluruh pengerjaan selesai, taman ini dapat menjadi ruang terbuka hijau sekaligus tempat berkumpul yang nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. (damar)
