PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro memberikan ultimatum tegas kepada Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia, Budi Harsudiono Setoaji, usai resmi dilantik di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jumat (24/7/2026). Dalam sambutannya, Anom menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar amanah, tetapi juga kontrak kinerja yang wajib dipenuhi demi meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Di hadapan jajaran Forkopimda, DPRD, Dewan Pengawas, dan kepala perangkat daerah, Bupati menegaskan bahwa kepemimpinan baru harus mampu membawa PDAM Tirta Mulia menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Pengangkatan ini bukan sekadar mengisi jabatan, tetapi momentum untuk melakukan perubahan nyata. Masyarakat menunggu pelayanan yang semakin baik dan perusahaan harus mampu menunjukkan kinerja yang lebih optimal,” tegas Anom.

Dalam sambutannya, Bupati membeberkan sejumlah capaian kinerja yang belum memenuhi target. Pada tahun 2025, target laba Perumda Air Minum Tirta Mulia ditetapkan sebesar Rp7,574 miliar, namun realisasinya hanya Rp7,137 miliar, sehingga masih terdapat selisih sekitar Rp437 juta.

Tak hanya itu, target dividen kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang sebesar Rp4,1 miliar juga belum tercapai. Realisasinya hanya sekitar Rp3,875 miliar, atau kurang sekitar Rp225 juta dari target yang ditetapkan.

Menurut Anom, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Direksi baru diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek pengelolaan perusahaan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Baca Juga:  Kang HJA Janji Bantu Mobil Operasional Rumah Tunggu Pasien di Bandung Setelah Bertemu Pasien Karawang

Selain persoalan keuangan, Bupati juga menyoroti belum optimalnya penambahan sambungan rumah. Pada tahun 2026, PDAM ditargetkan menambah 1.510 sambungan rumah, namun hingga saat ini realisasinya masih berada di bawah target.

Bupati meminta Budi Harsudiono Setoaji segera menyusun langkah-langkah strategis, mulai dari memperluas cakupan pelayanan air minum, meningkatkan kualitas pelayanan, menekan tingkat kehilangan air (non-revenue water), meningkatkan efisiensi operasional, hingga memperkuat kompetensi seluruh pegawai agar perusahaan semakin mandiri dan berdaya saing.

Anom juga mengingatkan bahwa Direktur Utama telah menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja. Seluruh target yang telah disepakati wajib menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya.

“Saya ingin menyampaikan dengan jelas bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang membutuhkan direksi yang mampu bekerja, mampu mengambil keputusan, dan mampu membuat perubahan. Jangan hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus menghadirkan terobosan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menyoroti masih banyaknya keluhan masyarakat terkait layanan PDAM, mulai dari aliran air yang sering mati, tekanan air yang tidak stabil, hingga lambatnya penanganan gangguan. Ia meminta seluruh jajaran direksi menjadikan setiap keluhan pelanggan sebagai bahan evaluasi utama.

Sebagai bentuk pengawasan, Pemerintah Kabupaten Pemalang akan melakukan evaluasi kinerja secara berkala. Sekretaris Daerah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta melakukan evaluasi setiap bulan, sedangkan evaluasi langsung oleh Bupati akan dilakukan setiap tiga bulan.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional, Santri Pilar Masa Depan, Dari Perjuangan Sejarah ke Inovasi Modern

Anom bahkan menegaskan, apabila target-target yang telah dituangkan dalam kontrak kinerja tidak tercapai, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jika hasil evaluasi menunjukkan direksi tidak mampu memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Pemalang tidak akan segan melakukan evaluasi hingga pemberhentian sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku,” tegas Anom.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada Budi Harsudiono Setoaji atas amanah barunya sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan perubahan nyata, meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, serta membawa perusahaan menjadi BUMD yang sehat, profesional, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.