Karawang, MEDIASERUNI.ID – Bertepatan dengan momen peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang bersinergi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lapangan Karangpawitan, Karawang.

​Kegiatan Minggu 6 September 2026, ini, turut didukung Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB Universitas Indonesia dan Indonesia Tobacco Control Research Network (ITCRN).

​Koordinator Acara, Dian Nastiti, S.KM., M.M.P., menjelaskan bahwa sosialisasi difokuskan di area publik karena fasilitas umum merupakan salah satu dari tujuh tatanan KTR yang ditetapkan di Kabupaten Karawang.

​”Di sini kita mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat supaya bisa aware dan sadar. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari asap rokok,” ujar Dian saat ditemui di lokasi acara.

​Dian menegaskan, mengonsumsi rokok memang merupakan pilihan individu. Namun, pilihan tersebut hendaknya tidak merugikan kesehatan orang lain di tempat umum, terutama kelompok rentan.

Baca Juga:  Brigien TNI Kris Doni Indriarto Tutup Pertandingan Olahraga HUT Ajudan Jenderal TNI AD Ke 74

​”Merokok itu pilihan, tetapi jangan sampai pilihan yang dibuat itu merugikan orang lain. Kita ingin menjaga masyarakat yang memilih tidak merokok agar tidak terpapar bahaya asap rokok (perokok pasif),” tegasnya.

​Ia menambahkan, kesadaran ini sangat krusial untuk ditegakkan di area-area publik seperti fasilitas umum, fasilitas kesehatan, serta lingkungan belajar anak.

​Lebih lanjut, Dian menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diinisiasi oleh Fikes Unsika bekerja sama dengan Dinkes Karawang melalui pendanaan hibah advokasi dari ITCRN, sebuah jaringan riset pengendalian tembakau yang digagas oleh PEBS FEB UI.

​Ke depan, rangkaian program advokasi KTR di Karawang akan terus berlanjut, termasuk melalui pendekatan digital dan keterlibatan generasi muda.

​”Kita juga ada advokasi digital berupa platform website, serta bekerja sama dengan Duta GenRe (Generasi Berencana) untuk merangkul dan meng-influence masyarakat, khususnya remaja, agar tidak mencoba-coba merokok,” paparnya.

Baca Juga:  Minibus Avanza Seruduk Taman Bunderan Mall Ramayana Karawang

​Langkah preventif ini dinilai sangat penting mengingat temuan di lapangan menunjukkan maraknya perokok usia sekolah.

​”Dari data yang kami himpun, perokok usia muda ini sudah cukup banyak. Bahkan anak usia SD dan SMP sudah ada yang mulai merokok. Karena itu, langkah pencegahan ini harus terus kita masifkan,” pungkas Dian. (Damar)