Karawang, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Kecamatan Purwasari menggelar rapat minggon di Gedung Puskesmas Purwasari, Kabupaten Karawang selasa 14 April 2026. Acara tersebut dihadiri camat, kepala Puskesmas, Kapolsek, kepala desa, MUI, KUA serta kader PKK.

Beberapa poin yang menjadi prioritas pembahasan minggon salah satunya kesulitan pendataan ibu hamil, SPPG serta penanganan Human Immunodeficiency VirusHuman Immunodeficiency Virus (HIV).

Camat Purwasari Nendi Sopandi, S. Komputer., MM., menyampaikan, kegiatan serupa berencana akan dilakukan keliling disetiap desa yang ada di Kecamatan Purwasari.

“Dimulai hari ini dilakukan di UPTD Puskesmas Purwasari, dipadukan dengan lokakarya mini triwulanan lintas sektor. Kenapa memilih keliling, karena rutinitasnya tidak bosan, ” ungkap Nendi usai acara berlangsung.

Baca Juga:  Kisah Devi, Bocah SD Rela Tidak Makan Demi Ibu, Kisah Mengharukan dari Palembang

Menyikapi masalah SPPG yang ada di Purwasari, menurutnya sudah layak, akan tetapi untuk memastikan seperti terjadi diluar, mengenai beberapa kasus yang terjadi di wilayah lain, dirinya berencana akan mengumpulkan para koordinator dapur untuk membahas soal menu supaya sesuai dengan masing-masing usia.

“Kita akan lakukan diskusi, tempatnya di Puskesmas ini, untuk menguatkan agar terhindar dari kejadian-kejadin yang tidak kita inginkan terjadi di Purwasari,” tegas Camat Purwasari.

Saat disinggung dari 10 dapur SPPG di
Purwasari ada beberapa belum memenuhi administrasi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan, dirinya menerangkan, masih dalam proses. “Di Purwasari dapur SPPG semua ada 15, yang terbangun baru 10, 5 lagi masih dalam tahap pembangunan,” ungkap Nendi.

Baca Juga:  Erwan Setiawan Serap Aspirasi Pendidikan di KCD Wilayah XI Garut

Kaitan kasus kematian ibu hamil dan anak di Purwasari, dia berpesan kepada masyarakatnya, terutama perangkat desa dari RT, RW, kasus untuk menginformasikan kepada Puskesmas maupun kecamatan, menurutnya tidak mungkin turun sampai bawah untuk memastikan, dikarenakan keterbatasan tenaga. (Davi)