Karawang, MEDIASERUNI.ID – Video pesta gay yang viral di media sosial mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk warga Muhammadiyah, yang menilai peristiwa tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan, yang menjunjung tinggi akhlak, moralitas, dan kemaslahatan umat.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Karawang, Dino Robika Patardo, menyoroti peristiwa tersebut yang disebut terjadi di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Karawang.

Menurut Dino, kejadian semacam itu perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak peraturan daerah. “Kalau saya melihat dari sudut pandang Perda RTRW 2011, Karawang Barat merupakan kawasan perkotaan yang harus mendapat pengawasan lebih ketat,” ujarnya.

Ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak hanya fokus pada satu lokasi, melainkan melakukan pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan malam yang beroperasi di wilayah Karawang. “Perlu dilakukan penyisiran terhadap seluruh tempat hiburan malam dengan penindakan yang tegas dan komprehensif,” katanya, Kamis 11 Juni 2026.⁸

Baca Juga:  Harumkan Nama Polri, Bripda Salwa Personel Polres Lampung Utara Sabet Mendali Perak dan Perunggu pada Ajang Taekwondo Internasional Championship

Selain itu, Dino menilai patroli rutin serta pengawasan yang lebih intensif perlu ditingkatkan guna mencegah munculnya berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Dari sudut pandang kami sebagai mahasiswa sekaligus warga Karawang, fenomena LGBT merupakan persoalan yang dianggap dapat berdampak pada moral generasi muda,” tegasnya.

Dino juga menyoroti persoalan perizinan tempat hiburan malam yang dinilainya masih menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Ia mengaku mempertanyakan pernyataan Bupati Karawang yang sebelumnya menyebut pemerintah kabupaten maupun provinsi tidak mengeluarkan izin, namun tempat usaha tersebut tetap dapat beroperasi.

“Jika memang terdapat persoalan dalam proses perizinan, saya melihat sudah saatnya Bupati mengeluarkan surat rekomendasi penutupan secara total,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat terkait proses penerbitan izin tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Di sisi lain, Dino juga menyoroti fenomena yang menurutnya mulai terlihat di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, yang semakin terbuka dalam menampilkan identitas maupun orientasi mereka di ruang publik, seperti di jajaran kedai-kedai kopi di Jalan Tuparev.

Baca Juga:  Jasa Raharja Gandeng Kecamatan dan Satlantas, Tekan Angka Kecelakaan Tertinggi di Petarukan Pemalang

Ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi munculnya berbagai penyakit masyarakat.

“Pemerintah juga harus menggencarkan razia terhadap tempat hiburan malam di Karawang Barat sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit masyarakat,” pungkasnya. (Damar)