Karawang, MEDIASERUNI.ID – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan Kodim 0604/Karawang melalui budidaya bebek peking. Program ini melibatkan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Budidaya bebek peking ini dilakukan Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang di bawah Korem 063/Sunan Gunung Jati dan Kodam III/Siliwangi. Program ini tak hanya fokus produksi, tetapi juga edukasi dan peningkatan keterampilan warga.

Di lahan kandang 300 meter persegi, sebanyak 2.400 bebek peking dikelola tiga warga binaan. Mereka mendapatkan pelatihan langsung terkait teknik peternakan modern dan manajemen budidaya.

Salah satu pengelola, Ahmadia (41) alias Memed, menyebut fase awal pemeliharaan menjadi tantangan utama. Bibit bebek perlu pengawasan intensif untuk mencegah penumpukan yang berisiko kematian.

Dengan penanganan tepat, angka kematian dapat ditekan hingga 0,1 persen. “Keberhasilan budidaya ditentukan oleh pengelolaan pakan serta perawatan sejak fase awal pemeliharaan,” kata Memed.

Baca Juga:  Ini Lima Pasanganan Calon yang Berebut Kursi Bandung Barat 1, Paslon Dilan Minta Restu Allah 

Pada fase starter usia 0 hingga 14 hari, bebek diberi pakan khusus dicampur vitamin. Setelah dua minggu, bebek masuk fase finisher dengan jenis pakan yang lebih kasar. Untuk mendukung pertumbuhan, air minum dicampur suplemen.

Pola ini terbukti menjaga kesehatan dan mempercepat pertambahan bobot bebek secara optimal. Kebutuhan pakan meningkat seiring usia. Pada umur dua minggu, konsumsi pakan 2.400 ekor bebek dapat mencapai sekitar satu kuintal per hari.

Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang menjadi faktor penting. Pengelola menggunakan sekam padi sebagai alas untuk menjaga kondisi tetap kering dan higienis. Sekam rutin diganti saat lembap guna mencegah penyakit. Pengawasan lingkungan kandang dilakukan secara berkala untuk menjaga kesehatan ternak.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Dorong SDM Unggul Lewat Pelatihan Barista untuk Siswa Paket C

Pasiter Kodim 0604/Karawang, Kapten Inf Kihajar, menyebut program ini bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“TNI berperan sebagai fasilitator yang mendorong kemandirian warga melalui transfer pengetahuan dan pengalaman di bidang peternakan,” kata Pasiter.

Ia menegaskan sinergi TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Program ini diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Selain itu, budidaya ini berpotensi menjadi percontohan di wilayah Kodam III/Siliwangi. Konsepnya dinilai efektif, produktif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Program ini menunjukkan kolaborasi aparat dan warga mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Ke depan, peserta diharapkan berkembang menjadi peternak mandiri. (*)