Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – PSSI Kabupaten Bandung Barat menggelar Grand Final Kompetisi Piala Soeratin Ketua PSSI 2026 pada Sabtu (1/8/2026). Laga puncak ini berlangsung di Stadion Abipraya Rendeh, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
Tiga kategori usia turun bertanding pada hari yang sama. KU-13, KU-15, dan KU-17 memperebutkan gelar juara secara berurutan di venue tersebut.
Ajang ini menjadi puncak dari program pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Bandung Barat. Enam klub finalis tampil membawa hasil seleksi panjang di masing-masing kategori.
Kick-off pertama dimulai pukul 09.00 WIB. Nias KBB berhadapan dengan Ronggga Muda pada partai final kategori KU-13.
Partai ini membuka rangkaian tiga laga final hari itu. Kedua tim tampil sebagai finalis terbaik pada jenjang usia paling muda dalam kompetisi ini.
Pukul 11.00 WIB, giliran kategori KU-15 tampil di lapangan. BMKJ menantang Javaconss Soccer School pada laga kedua Grand Final.
Duel ini mempertemukan dua klub dengan catatan pembinaan pemain muda di Kabupaten Bandung Barat. Keduanya melaju ke Grand Final setelah melewati babak-babak sebelumnya.
Laga penutup mempertemukan Gamac FC dan Sancaka pada kategori KU-17. Kick-off partai pamungkas ini berlangsung pukul 13.00 WIB.
Partai KU-17 sekaligus menjadi klimaks dari seluruh rangkaian Grand Final Soeratin 2026. Format tiga laga beruntun ini memudahkan penonton menyaksikan seluruh jalannya kompetisi dalam satu hari.
Nias KBB dan Ronggga Muda membuka hari final dengan laga kategori termuda. Keduanya berebut status juara KU-13 sejak pagi hari.
BMKJ dan Javaconss Soccer School melanjutkan agenda pada siang hari. Laga kategori KU-15 ini menjadi penentu juara di jenjang usia menengah.
Gamac FC dan Sancaka menutup rangkaian dengan laga kategori KU-17. Partai ini menjadi penentu terakhir dari tiga gelar juara yang diperebutkan hari itu.
Ketua PSSI Kabupaten Bandung Barat, Aep Nurdin, menyebut Kompetisi Soeratin sebagai wadah pembinaan yang sangat penting. Ia menilai ajang ini strategis untuk mencetak pesepakbola muda berbakat di wilayahnya.
Aep menegaskan Grand Final bukan sekadar ajang mencari juara semata. Baginya, momen ini turut merefleksikan hasil kerja klub-klub anggota PSSI Kabupaten Bandung Barat selama ini.
“Grand Final ini bukan hanya tentang menentukan juara, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan oleh klub-klub anggota PSSI Kabupaten Bandung Barat. Kami berharap seluruh pertandingan berlangsung sportif dan menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berprestasi,” ujar Aep Nurdin.
Sekretaris PSSI Kabupaten Bandung Barat, Yeyet Suparna, turut mengajak masyarakat hadir ke stadion. Ia menilai dukungan suporter berpengaruh besar terhadap semangat tanding pemain muda.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat untuk menyaksikan langsung Grand Final Soeratin. Kehadiran suporter yang tertib dan sportif akan menjadi semangat tersendiri bagi para pemain muda yang tengah berjuang meraih prestasi,” kata Yeyet Suparna.
Yeyet menekankan pentingnya ketertiban suporter selama pertandingan berlangsung. Suasana kondusif di tribun turut memengaruhi performa para pemain muda di lapangan.
Aep Nurdin dan Yeyet Suparna kompak menyoroti pentingnya sportivitas sepanjang turnamen. Keduanya berharap laga berjalan tertib dari peluit awal hingga akhir pertandingan.
Grand Final Soeratin 2026 turut menegaskan komitmen PSSI Kabupaten Bandung Barat dalam pembinaan sepak bola usia muda. Program ini berjalan secara berkelanjutan di tingkat kabupaten.
Kompetisi berjenjang seperti ini menjadi jalur reguler bagi klub-klub lokal mencari talenta baru. Pemain muda mendapat ruang bertanding kompetitif sejak usia dini lewat format ini.
PSSI Kabupaten Bandung Barat berharap kompetisi ini melahirkan bibit pesepakbola potensial. Talenta-talenta ini diproyeksikan mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat di tingkat provinsi maupun nasional.
Tiga kategori usia, tiga laga, satu hari penuh sepak bola muda. Grand Final Soeratin 2026 menutup rangkaian kompetisi pembinaan tahun ini di Stadion Abipraya Rendeh, Cikalongwetan.

