Karawang, MEDIASERUNI.ID – Firdha Zahra, mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, berhasil menuntaskan masa studinya dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.

Bukan sekadar berprestasi secara akademik, mahasiswi asal Kabupaten Karawang inipun sukses menerbitkan 10 judul buku ber-ISBN selama 8 semester perkuliahan.

Lahir dari keluarga sederhana, dengan ayah seorang pekerja serabutan dan ibu rumah tangga, tidak menyurutkan semangat Firdha untuk mengukir prestasi. Mahasiswi yang tinggal di daerah Lamaran, Karawang ini membuktikan konsistensinya sejak awal masuk bangku kuliah.

​Awalnya, Firdha hanya menargetkan menerbitkan satu buku di setiap semester. Namun, ritme menulis yang konsisten membuat jumlah karyanya melampaui target hingga mencapai 10 buku yang diterbitkan oleh sebuah penerbit di Jombang.

​”Setidaknya saya meluangkan waktu untuk menulis paling sedikit 10 halaman per hari. Bahkan saya pernah menyelesaikan penulisan satu buah buku hanya dalam kurun waktu lima hari,” ujar Firdha saat diwawancarai, Selasa 11 Agustus 2026.

Baca Juga:  Warga Anggadita Resah, Pria Ngaku Anggota Polres Karawang Minta Uang dan Rampas Hape

​Di antara karya-karyanya seperti Tiba di Tujuan Bukanlah Akhir dari Sebuah Perjalanan, Bila Kecewa Kembali Menyapa, dan Jangan Berhenti Sebelum Sampai, ada satu karya yang dinilainya paling berkesan.

Buku tersebut diangkat langsung dari hasil riset skripsinya yang membahas mengenai kepastian hukum hak buruh pasca Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

​Firdha berharap buku bertema hukum ketenagakerjaan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan jaminan pemahaman hak-hak normatif bagi para pekerja, khususnya masyarakat buruh di Kabupaten Karawang. ​Menurut Firdha, dorongan terbesar di balik seluruh pencapaian ini adalah keinginan untuk membahagiakan kedua orang tuanya.

Selain fokus pada akademik dan menulis, ia juga membagi waktunya dengan aktif di organisasi Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kabupaten Karawang di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).

Baca Juga:  Ingin Lebih Substantif Pansus 13 DPRD Bandung Dalami Raperda Ketertiban

​Kunci menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan non-akademik adalah kemampuan manajemen waktu, konsistensi, dan selalu mengingat alasan awal kita memulai. “Bagi saya, kemenangan itu didapatkan oleh kaki-kaki yang terus melangkah, bukan yang berhenti,” tuturnya. (Damar)