Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kebakaran yang melanda Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN/ATR) Kabupaten Karawang, Rabu 14 Oktober 2026, malam, masih menyisakan satu titik api. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karawang hingga kini terus memfokuskan pemadaman di area gudang arsip yang tingkat kerusakannya diperkirakan mencapai 95 persen.

​Komandan Peleton I Damkar Karawang, Sayen, mengungkapkan bahwa titik api yang masih bertahan berada di dalam gudang arsip. Banyaknya material mudah terbakar menjadi pemicu lamanya proses pemadaman.

​”Api yang masih menyala terjadi di gudang arsip. Media yang terbakar sebagian besar adalah dokumen kertas serta bahan pembungkus berbahan plastik,” ujar Sayen saat dikonfirmasi, Kamis 15 Oktober 2026.

​Sayen menjelaskan, kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah letak tumpukan dokumen yang tersimpan rapat di dalam filing cabinet (lemari besi). Kondisi tersebut menyulitkan air menjangkau bagian dalam lemari secara langsung.

Baca Juga:  Oknum Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Hibah UKW PWI Segera Dilaporkan ke APH

​”Hal ini membuat proses pemadaman memakan waktu yang cukup lama, karena masih banyak buku dan berkas yang berdiri utuh di dalam lemari besi namun menyimpan bara api,” terangnya.

​Untuk memaksimalkan penanganan, tim Damkar menerapkan pola pasokan air secara terus-menerus tanpa putus. Strategi ini diambil guna mengantisipasi risiko penyebaran kembali kobaran api jika pasokan air terhenti.

​”Kami menerapkan beberapa formasi pemadaman, termasuk penggunaan foam (busa pemadam) untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan api,” tutur Sayen.

​Ia menambahkan, pasokan air disuplai secara kontinyu memanfaatkan hidran Mako Damkar. Saat ini fokus penanganan beralih pada kesiapan fisik dan pergantian personel petugas di lapangan.

​Dalam operasi pemadaman skala besar ini, Damkar Karawang mengerahkan sejumlah armada unit pemadam dan tangki suplai air dari berbagai pos, antara lain ​Mako Pusat5  unit (2 unit kapasitas 5.000 liter dan 3 unit kapasitas 3.000 liter)’

Baca Juga:  Pemkab Karawang Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Liburan Tahun Baru

Kemudian ​Pos Rengasdengklok 1 unit (kapasitas 3.000 liter), ​Pos Telagasari 1 unit (kapasitas 3.000 liter), ​Bantuan KIIC 1 unit (kapasitas 10.000 liter), ​Tangki Suplai Trans Heksa 1 unit (kapasitas 9.000 liter), dan bantuan KIM 1 unit (kapasitas 5.000 liter).

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam total. (damar)