Bandung, MEDIASERUNI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Survei Meteo-Oseanografi Terpadu Selat Sunda pada 14–25 September 2026. Kegiatan ini dipimpin Direktorat Meteorologi Maritim sebagai upaya memperkuat sistem observasi dan prakiraan meteorologi – oseanografi.
Kegiatan ini dilakukan guna mendukung keselamatan pelayaran serta meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca dan kondisi laut di wilayah perairan Indonesia.
“Penguatan observasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan informasi meteorologi maritim yang dihasilkan BMKG semakin akurat dan andal,” ucap Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, mengutip website resmi BMKG, Rabu 16 September 2026.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan bahwa survei ini menjadi bagian dari upaya verifikasi dan validasi sistem informasi meteorologi maritim yang dikembangkan dan dioperasikan BMKG.
“Data hasil pengamatan lapangan akan dimanfaatkan untuk memperkuat sistem observasi dan prakiraan meteorologi – oseanografi BMKG di Selat Sunda, guna mendukung pemantauan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kondisi laut dan atmosfer secara lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan,” katanya.
Menurut Agie, salah satu aspek penting dalam verifikasi tersebut adalah pengukuran data secara in-situ (secara langsung di area lokasi). “Data hasil survei akan digunakan sebagai pembanding sekaligus alat validasi terhadap sistem observasi dan prakiraan yang kami operasikan,” jelas Agie.
Sebelum survei utama dilaksanakan, BMKG bersama STMKG dan Stasiun Meteorologi Maritim Merak telah melakukan survei pendahuluan pada 9–11 September 2026. Kegiatan tersebut mencakup pemetaan kondisi keamanan dan perairan, kesiapan teknis, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat guna memastikan kelancaran pelaksanaan survei. (*)

