Gara-gara AI, Penjualan Motherboard Asus hingga MSI Anjlok di 2026

MEDIASERUNI.ID – Ambisi perusahaan teknologi membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) berdampak langsung pada pasar PC rakitan konsumen. Tingginya permintaan komponen untuk server AI memicu kelangkaan memori dan lonjakan harga yang kini melumpuhkan penjualan motherboard, GPU, hingga konsol game secara bersamaan.

Laporan industri yang dikutip detikINET dari TechSpot, Senin (11/5/2026), mengungkap empat pabrikan motherboard raksasa asal Taiwan kompak memangkas tajam proyeksi pengiriman mereka untuk tahun 2026.

Penurunan Pengiriman Empat Pabrikan Motherboard Taiwan

Data penurunan proyeksi pengiriman motherboard 2026 dibandingkan tahun sebelumnya:

Merek 2025 Proyeksi 2026 Penurunan
Asus 15 juta unit ~10 juta unit ~30%
ASRock 4,4 juta unit 2,7 juta unit ~39%
Gigabyte 11,5 juta unit 8–8,5 juta unit ~25%
MSI 11 juta unit 8,4 juta unit ~24%

Sumber dari industri menyebut kepada DigiTimes bahwa proyeksi ini sudah dipangkas sejak akhir tahun lalu. Asus bahkan sempat menikmati pertumbuhan dari 14 juta ke 15 juta unit sepanjang 2024–2025, sebelum angka pengiriman tahun ini terjun ke sekitar 5 juta unit.

DDR5 Meroket, AMD dan Pasar CPU Ikut Terpukul

Akar masalahnya adalah harga RAM DDR5 yang meroket akibat pusat data AI menyedot kapasitas produksi memori global. Para perakit PC mengurungkan niat upgrade karena percuma membeli motherboard baru tanpa mampu membeli prosesor atau RAM yang dibutuhkan.

Dampak ini langsung menghantam penjualan CPU AMD generasi terbaru yang mewajibkan RAM DDR5 serta motherboard bersoket AM5. Kelangkaan serupa juga memicu kenaikan harga kartu grafis, prosesor, dan SSD secara bersamaan.

Baca Juga:  Peringatan Pembaruan Apple: Celah Baru iPhone yang Diam-Diam Mengancam Pengguna

Efek Domino: Konsol Game hingga Perangkat Apple

Krisis komponen ini tidak berhenti di ekosistem PC rakitan. Valve terpaksa menunda tanpa batas waktu peluncuran Steam Machine yang semula dijadwalkan awal 2026, karena kesulitan mendapatkan pasokan RAM. Harga konsol PlayStation dan Xbox dilaporkan ikut naik, diikuti rencana kenaikan harga Nintendo Switch 2 pada September mendatang.

Di sisi Apple, perusahaan terpaksa menaikkan harga jajaran Mac dan menghentikan penawaran beberapa model tertentu akibat krisis memori. Di saat yang sama, Mac mini justru ludes diborong karena mendadak populer di kalangan developer AI.

Nvidia Batalkan RTX 50 Super

Kelangkaan memori GDDR disinyalir menjadi alasan utama Nvidia membatalkan peluncuran kartu grafis seri RTX 50 Super. Batalnya rilis GPU ini membuat gamer semakin kehilangan alasan untuk merakit atau mengupgrade PC mereka di tahun ini.

AMD pun sudah mengantisipasi dampak terburuk. Perusahaan memperkirakan pendapatan dari sektor gaming bisa merosot hingga 20 persen pada paruh kedua 2026 akibat kekacauan siklus upgrade PC tradisional yang dipicu krisis komponen ini.

FAQ

Q: Mengapa harga RAM DDR5 naik drastis di 2026?
A: Pembangunan pusat data AI oleh perusahaan teknologi besar menyedot kapasitas produksi memori global, sehingga pasokan RAM DDR5 untuk konsumen PC rakitan berkurang dan harganya meroket tidak terjangkau.

Q: Berapa penurunan penjualan motherboard Asus di 2026?
A: Asus memproyeksikan penjualan motherboard 2026 hanya menyentuh sekitar 10 juta unit, turun sekitar 30 persen dari 15 juta unit pada 2025. Hingga saat laporan diterbitkan, Asus baru mengirimkan sekitar 5 juta unit.

Q: Mengapa Nvidia membatalkan RTX 50 Super?
A: Kurangnya pasokan RAM GDDR akibat krisis memori global disinyalir menjadi alasan utama pembatalan peluncuran kartu grafis Nvidia RTX 50 Super, menurut laporan TechSpot yang dikutip detikINET.

Baca Juga:  Bicara Soal Kondisi TPPAS Sarimukti Aktivis Lingkungan Bilang Begini

Q: Apa dampak krisis RAM terhadap konsol game?
A: Valve menunda tanpa batas waktu peluncuran Steam Machine karena kesulitan mendapatkan pasokan RAM. Harga konsol PlayStation dan Xbox juga dilaporkan naik, sementara Nintendo Switch 2 berencana menaikkan harga pada September 2026.

Q: Seberapa besar dampak krisis ini bagi AMD?
A: AMD memperkirakan pendapatan dari sektor gaming bisa merosot hingga 20 persen pada paruh kedua 2026, dipicu kelangkaan komponen yang mengganggu siklus upgrade PC tradisional.