MEDIASERUNI.ID – Arab Saudi mengerahkan robot berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Manarat Al-Haramain di Masjidil Haram untuk melayani kebutuhan informasi keagamaan jutaan jamaah haji musim ini. Robot besutan Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu memadukan teknologi AI modern dengan nilai-nilai tradisi Islam.
Dilansir dari Saudi Press Agency, robot ini pertama diperkenalkan pada musim haji 2024 dan resmi diluncurkan pada Mei 2025. Pengembangannya merupakan bagian dari program transformasi digital layanan keagamaan Arab Saudi yang terus diperluas setiap musim haji.
Robot Manarat Al-Haramain berfungsi sebagai pusat layanan pertanyaan agama yang dapat diakses langsung oleh jamaah di Masjidil Haram. Jamaah dapat memperoleh jawaban seputar tata cara ibadah haji dan umrah kapan saja tanpa harus mencari petugas secara manual.
Untuk pertanyaan yang bersifat lebih khusus dan membutuhkan jawaban lebih mendalam, robot ini dapat menghubungkan jamaah langsung dengan para mufti. Koneksi tersebut dilakukan melalui panggilan video secara langsung dan real-time.
Desain robot ini juga dirancang dengan penuh pertimbangan estetika keagamaan. Otoritas Saudi menjadikan ornamen dan arsitektur Islam khas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai sumber inspirasi, agar kehadiran robot ini selaras secara visual dengan kedua masjid suci tersebut.
Inovasi ini disebut otoritas Saudi dirancang untuk meningkatkan pengalaman spiritual jamaah sekaligus menghadirkan akses layanan yang jauh lebih mudah. Teknologi AI yang diterapkan dipandang sebagai bentuk perpaduan harmonis antara warisan tradisi Islam dan perkembangan teknologi masa kini.
Robot Manarat Al-Haramain bukan satu-satunya inovasi digital yang disiapkan untuk musim haji tahun ini. Sejumlah laporan media Saudi menyebut layanan berbasis teknologi terus dikembangkan dan diperluas cakupannya.
Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga menyediakan layanan Tanya Ulama yang memanfaatkan sistem berbasis cloud. Berbeda dengan layanan konvensional, sistem ini beroperasi selama 24 jam penuh tanpa jeda.
Mengutip Arab News, layanan komunikasi berbasis cloud ini memungkinkan pertanyaan dari para pengunjung Masjidil Haram dijawab langsung oleh para ulama secara langsung. Cakupan ulama yang dapat dilibatkan pun menjadi jauh lebih luas karena tidak dibatasi kehadiran fisik di satu titik.
Kepala Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman As Sudais, menyatakan program ini merupakan bagian dari langkah Presidensi memperkuat transformasi digital. Tujuan utamanya adalah meningkatkan mutu layanan keagamaan bagi jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Syaikh Sudais menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang sebagai platform teknologi terpadu yang membuat penanganan setiap panggilan menjadi lebih fleksibel dan efisien. Pendekatan ini berbeda dari sistem konvensional yang mengharuskan ulama hadir secara fisik di satu lokasi tetap.
Melalui sistem ini, panggilan dari jamaah akan langsung diteruskan ke ponsel pribadi para syekh di mana pun mereka berada. Mekanisme tersebut dinilai dapat mengurangi kebutuhan ulama untuk selalu standby di satu titik tertentu di dalam kompleks masjid.
Dampak ikutannya juga mencakup pengurangan kepadatan di area Masjidil Haram yang kerap padat pada musim haji. Berkurangnya konsentrasi massa di satu titik layanan diharapkan turut meningkatkan kenyamanan dan kelancaran ibadah jamaah secara keseluruhan.
Inovasi-inovasi digital ini menjadi cerminan komitmen Arab Saudi dalam mewujudkan visi transformasi teknologi layanan keagamaan. Digitalisasi dua masjid suci tersebut disebut sebagai prioritas jangka panjang dalam mendukung kenyamanan jutaan jamaah setiap tahunnya.
FAQ
Q: Apa itu robot AI Manarat Al-Haramain dan apa fungsinya untuk jamaah haji?
A: Manarat Al-Haramain adalah robot berbasis AI yang dikembangkan Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Robot ini berfungsi sebagai pusat layanan pertanyaan agama bagi jamaah, mampu menjawab pertanyaan seputar ibadah, dan dapat menghubungkan jamaah langsung dengan mufti melalui panggilan video secara real-time.
Q: Kapan robot AI Manarat Al-Haramain pertama kali diluncurkan?
A: Robot Manarat Al-Haramain pertama kali diperkenalkan pada musim haji 2024 dan resmi diluncurkan pada Mei 2025. Pengembangannya merupakan bagian dari program transformasi digital layanan keagamaan Arab Saudi yang terus diperluas setiap musim haji.
Q: Apa itu layanan Tanya Ulama di Masjidil Haram?
A: Layanan Tanya Ulama adalah sistem berbasis cloud yang disediakan Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Layanan ini beroperasi 24 jam penuh dan memungkinkan pertanyaan jamaah dijawab langsung oleh para ulama. Panggilan jamaah diteruskan ke ponsel pribadi para syekh sehingga tidak terbatas oleh lokasi fisik.
Q: Bagaimana desain robot Manarat Al-Haramain?
A: Desain robot Manarat Al-Haramain terinspirasi dari ornamen dan arsitektur Islam khas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Otoritas Saudi merancangnya agar kehadiran robot selaras secara visual dengan suasana keagamaan dua masjid suci tersebut.
Q: Apa tujuan utama transformasi digital layanan haji Arab Saudi?
A: Menurut Kepala Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman As Sudais, tujuan utamanya adalah memperkuat transformasi digital dan meningkatkan mutu layanan keagamaan bagi jamaah dari berbagai negara, sekaligus mengurangi kepadatan di area masjid dan meningkatkan kenyamanan ibadah.
