MEDIASERUNI.ID – Menonton salah satu video di WhatsApp, anak-anak melakukan tradisi mengantarkan makanan untuk dikirim ke keluarga atau tetangga, membuat saya mengingat kembali masa ketika usia remaja.
Sebuah tradisi menjelang 1 hari akan lebaran saat penulis remaja, yang sering dilakukan oleh masyarakat di pedesaan yaitu mengantarkan makanan, baik ke keluarga maupun ke tetangga.
Tradisi berbalas makanan menjelang Lebaran memang sudah jarang ditemukan di masa sekarang. Namun, tradisi ini memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu menjaga tali persaudaraan dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.
Dalam tradisi ini, masyarakat saling mengirimkan makanan sebagai bentuk kepedulian dan persahabatan. Tradisi ini juga memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan di antara warga masyarakat.
Selain itu, tradisi berbalas makanan juga memiliki makna ekonomis, yaitu membantu meringankan beban biaya hidup masyarakat, terutama menjelang hari raya Idul Fitri.
Dalam konteks saat ini, tradisi ini dapat diadaptasi dalam bentuk-bentuk yang lebih kontemporer, seperti mengirimkan makanan atau barang-barang lainnya kepada mereka yang membutuhkan, atau melakukan kegiatan sosial lainnya yang dapat memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.
Tradisi ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga persaudaraan dan berbuat baik terhadap sesama sebagai bagian dari pelajaran selama menjalankan ibadah puasa.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kepada kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat dan yang jauh, kepada teman sejawat, kepada ibnu sabil dan kepada hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa’: 36).
Meskipun tradisi ini sudah jarang dilakukan, namun hikmahnya masih dapat kita petik dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini, seperti kepedulian, persahabatan, dan solidaritas, dan menerapkannya dalam kehidupan kita.
Dengan demikian, tradisi berbalas makanan menjelang Lebaran dapat menjadi sarana untuk memperkuat ikatan sosial, menjaga persaudaraan, dan berbuat baik terhadap sesama, sehingga dapat memperdalam makna ibadah puasa dan memperkuat iman kita. (*)
Dadan Saepudin
Ketua Umum PD PGMNI Kabupaten Bandung Barat.