Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Karawang, bekerja sama dengan My Outlet menggelar program Mentorship 360 bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Nagasari, Rabu 29 Juli 2026, diikuti pelaku UMKM dari 10 kecamatan. Para peserta memperoleh materi mengenai manajemen keuangan, penyusunan Business Model Canvas (BMC), legalitas usaha, hingga strategi pemasaran sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM.
Koordinator Daerah Mentorship 360, Idah Farida, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendampingan yang selama ini dijalankan bagi UMKM di Kabupaten Karawang.
“Ini masih menjadi bagian dari rangkaian program Mentorship 360 untuk UMKM di Kabupaten Karawang. Kali ini kami berkolaborasi dengan My Outlet yang juga menghadirkan Brand Owner, Vicky Prasetyo,” ujarnya.
Menurut Idah, kehadiran figur publik seperti Vicky Prasetyo menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Selain ingin meningkatkan kemampuan mengelola usaha, para pelaku UMKM juga berharap memperoleh peluang promosi melalui kolaborasi dengan My Outlet.
Berbagai jenis usaha mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari penjual cilok, ayam bakar, hingga produk minuman. Ke depan, para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi My Outlet untuk mendukung pencatatan keuangan sekaligus memperluas pemasaran.
Idah menjelaskan, aplikasi My Outlet tidak hanya berfungsi sebagai sistem pencatatan transaksi, tetapi juga mampu mencatat pembelian bahan baku dari pemasok, jumlah produksi, distribusi penjualan, hingga menghitung harga pokok penjualan (HPP) serta laba-rugi usaha secara otomatis.
“Dengan begitu pelaku UMKM dapat mengelola usahanya secara lebih profesional karena seluruh aktivitas bisnis tercatat dalam satu sistem,” katanya.
Adapun peserta berasal dari Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, Ciampel, Majalaya, dan Purwasari.
Semula panitia menargetkan 100 peserta atau masing-masing 10 orang dari setiap kecamatan. Namun, tingginya antusiasme membuat jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 130 orang.
My Outlet Bidik Digitalisasi UMKM
Brand Owner My Outlet, Vicky Prasetyo, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan sebagai sarana digitalisasi bagi pelaku UMKM dan usaha restoran. “Program ini kami bangun bersama Mas Riki. Beliau menyusun sistem dan modulnya, sedangkan saya membantu dari sisi strategi pemasaran dan promosi sehingga akhirnya menjadi satu perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Owner My Outlet, Riki, mengatakan pihaknya ingin memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh kepada pelaku usaha.
“Tujuan kami bukan hanya membantu dari sisi manajemen usaha, tetapi juga mendukung promosi melalui jaringan yang dimiliki Pak Vicky Prasetyo. Jadi pelaku UMKM mendapatkan pendampingan yang lengkap, mulai dari pengelolaan usaha hingga peningkatan penjualan,” katanya.
Menurut Riki, Karawang dipilih sebagai daerah peluncuran karena merupakan basis utama perusahaan. “Saya berasal dari Klari. Head office kami berada di Karawang, sedangkan pengembangan berikutnya ke Bekasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aplikasi My Outlet baru diluncurkan setelah melalui proses pengujian selama dua tahun. Selama masa tersebut, perusahaan melakukan berbagai penyempurnaan dengan membandingkan sistem Point of Sale (POS) yang telah lebih dulu beredar di pasar.
“Sesuai tagline kami, yakni termurah, terlengkap, dan termudah. Murah dari sisi biaya, lengkap dari fitur, dan mudah digunakan oleh pengguna,” jelasnya.
Riki menambahkan, sistem My Outlet merupakan turunan dari teknologi Enterprise Resource Planning (ERP) yang selama ini digunakan perusahaan-perusahaan manufaktur berskala besar.
“Kami sudah memiliki Ichijou Management System (IMS), ERP, dan EPC untuk produk jasa. My Outlet merupakan pengembangan dari sistem tersebut yang disederhanakan agar mudah digunakan oleh pelaku UMKM,” paparnya.
Diharapkan Tingkatkan Daya Saing UMKM
Vicky Prasetyo berharap para pelaku UMKM dan pengusaha restoran dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk menyusun strategi bisnis sekaligus memperkuat promosi usaha.
“Ini merupakan misi sosial kami. Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Karawang melalui dinas terkait juga mendukung pengembangan UMKM sehingga dampaknya diharapkan dapat meluas ke daerah lain, dimulai dari Karawang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Idah berharap pendampingan yang diberikan mampu mendorong UMKM menjadi lebih profesional, baik dari sisi manajemen, pemasaran, maupun efisiensi biaya produksi.
“Di tengah kondisi harga bahan baku yang masih fluktuatif, pelaku UMKM perlu memiliki sistem pengelolaan usaha yang baik agar pendapatan meningkat dan usahanya berkelanjutan. Kami optimistis hal ini juga akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Damar)

