Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID –
Penanggulangan eceng gondok di Waduk Saguling terus menunjukkan perkembangan positif melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan organisasi kepemudaan. Gerakan ini diharapkan menjadi model pemulihan ekosistem yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.
Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, menegaskan bahwa persoalan eceng gondok bukan sekadar masalah kebersihan perairan, melainkan berkaitan erat dengan ketahanan lingkungan, ketahanan air, ketahanan energi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Penanganan eceng gondok tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas untuk bergerak bersama menjaga Waduk Saguling sebagai aset strategis bangsa,” ujar Jeje Richie Ismail.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar seluruh program pemulihan lingkungan berjalan secara terintegrasi.
“Kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah provinsi, BUMN, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat agar setiap program memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Aji, menjelaskan bahwa pengendalian eceng gondok harus disertai dengan upaya mengurangi sumber pencemaran dari hulu hingga hilir.
“Eceng gondok merupakan indikator adanya beban pencemaran yang tinggi. Oleh karena itu, selain melakukan pembersihan di waduk, kita juga harus memperbaiki kualitas lingkungan secara menyeluruh melalui pengendalian limbah, rehabilitasi kawasan, dan edukasi masyarakat,” jelasnya.
Dari unsur masyarakat, Presidium Pangauban Santri Gugus Lingkungan (PAGER SAGULING), Yopi Ahmad Sopian, menyampaikan bahwa PAGER SAGULING hadir sebagai wadah kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian Waduk Saguling.
“PAGER SAGULING bukan hanya gerakan membersihkan eceng gondok. Kami ingin membangun gerakan sosial yang menyatukan masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan generasi muda untuk memulihkan ekosistem secara berkelanjutan,” ungkap Yopi.
Hal senada disampaikan Kustiwa Kartawiria, Presidium PAGER SAGULING, yang menilai keberhasilan gerakan lingkungan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat.
“Budaya gotong royong harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan. Ketika masyarakat menjadi bagian dari solusi, maka keberlanjutan program akan lebih terjamin,” ujarnya.
Sementara itu, Ali Budiman, Anggota Presidium PAGER SAGULING sekaligus Komandan Resimen Mahawarman Jawa Barat, menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan investasi penting dalam membangun ketahanan lingkungan.
“Mahasiswa, pemuda, dan organisasi kepemudaan memiliki energi besar untuk menjadi agen perubahan. Melalui kolaborasi, disiplin, dan semangat pengabdian, kita dapat mempercepat pemulihan ekosistem Waduk Saguling sekaligus membangun karakter kepemimpinan lingkungan,” katanya.
Dukungan juga datang dari dunia usaha. M. Ichsan, M.T., Founder Konsorsium Kakau Jawa Barat, menilai bahwa pemulihan ekosistem harus diiringi dengan pengembangan ekonomi hijau.
“Eceng gondok dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular. Dengan demikian, pemulihan lingkungan juga mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai penutup, Vega Karwanda Brata Kusumah, M.T., Koordinator Presidium PAGER SAGULING, menyampaikan bahwa pihaknya tengah membangun model kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagai fondasi jangka panjang bagi pemulihan Waduk Saguling.
“Kami mengajak Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, PLN Indonesia Power, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BBWS Citarum, Pangdam III/Siliwangi, Satgas Citarum Harum, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, media, serta seluruh masyarakat untuk bersatu dalam gerakan PAGER SAGULING. Kolaborasi adalah kunci untuk menjaga air, energi, dan kehidupan,” tegas Vega.
Gerakan PAGER SAGULING diharapkan menjadi model kolaborasi nasional dalam pemulihan ekosistem waduk dan daerah aliran sungai. Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Waduk Saguling diharapkan berkembang menjadi kawasan yang bersih, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. (Dadan)
