Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kebakaran Kantor BPN Karawang menyedot perhatian masyarakat. Publik mendesak agar kebakaran diungkap secara tuntas. Untuk itu, polisi pun menerjunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Barat.
“Penyelidikan resmi mengenai pemicu kebakaran baru akan disimpulkan setelah pemeriksaan forensik rampung,” pungkas Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, Kamis 15 Oktober 2026, sore.
Mario menjelaskan fokus utama saat ini adalah penanganan akhir lokasi kejadian, pengamanan area, serta menginventarisasi dokumen dan arsip yang berhasil diselamatkan. Pihaknya, terang Mario juga melibatkan Labfor Polda Jabar.
“Kami melibatkan tim Labfor Polda Jawa Barat untuk mengecek langsung penyebab kebakaran Kantor BPN Karawang. Dari hasil pemeriksaan secara forensik, baru kita bisa mengetahui penyebab pastinya,” ujar Mario.
Guna memastikan roda pelayanan publik di bidang pertanahan tidak terhenti akibat musibah ini, Polresta Karawang berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk menyiapkan skema lokasi pelayanan sementara.
Ruangan khusus disiapkan di lingkungan Pemkab Karawang dan Polresta Karawang agar masyarakat yang membutuhkan pengurusan dokumen tanah tetap terlayani dengan baik selama masa pemulihan kantor BPN.
“Kami menyiapkan ruangan di Pemkab Karawang dan Polresta untuk membantu pelayanan masyarakat agar tidak terhenti,” tutup Mario.
Sebelumnya Bupati Karawang Aep Syaepulloh mengonfirmasi bahwa proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama lantaran banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gedung, seperti bahan plastik hingga material Aluminum Composite Panel (ACP).
”Ditambah dari ACP juga, jadi agak lama. Tapi tim BPBD dan Damkar kami berjibaku dari malam sampai pagi,” kata Aep saat memberikan keterangan, Kamis 15 Oktober 2026, sore.
Aep mengapresiasi kerja keras petugas Pemadam Kebakaran yang berhasil melokalisasi kobaran api sehingga tidak merambat ke seluruh area kompleks kantor BPN.
”Alhamdulillah, Damkar dapat mengamankan beberapa bagian gedung yang tidak terjamah oleh ‘si jago merah’. Untuk rak arsip, sebagian ada yang terselamatkan dan ada juga yang hangus terbakar. Kami berhasil menyelamatkan tiga rak arsip,” tambahnya. (damar)
