Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang menggelar Forum Jasa Konstruksi Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 di Aula Husni Hamid, Kamis 30 Juli 2026.

Forum ini diselenggarakan untuk memperkuat sinergi para pemangku kepentingan sekaligus menekankan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan proyek.

​Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Rusman Kusnadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mempererat kolaborasi antarberbagai elemen pembina dan pelaksana konstruksi.

​”Adapun tujuan dari kegiatan hari ini adalah meningkatkan sinergi antara pemerintah, badan usaha jasa konstruksi, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan masyarakat,” kata Rusman saat dihubungi melalui pesan tertulis, Kamis 30 Juli 2026.

​Rusman menambahkan, acara ini bertujuan mendorong kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi melalui sertifikasi dan pengembangan kapasitas, serta memastikan penerapan standar mutu dan tata kelola yang akuntabel.

​”Hasil dari forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan sebagai bahan penyempurnaan pembinaan sektor jasa konstruksi di Kabupaten Karawang,” tuturnya.

​Adapun sasaran utama kegiatan ini meliputi para pengelola kegiatan di jajaran dinas Pemkab Karawang yang mengampu proyek konstruksi, para pelaku usaha (kontraktor dan konsultan), penyedia jasa yang tergabung dalam asosiasi, hingga kalangan akademisi.

Baca Juga:  Pangdam III/Siliwangi Sambangi Keluarga Prajurit Yonif 312/KH

​DBMPR Jabar Warning Pentingnya K3 dan Sertifikasi.

​Dalam kesempatan yang sama, Tim Pemberdayaan Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat turut hadir memberikan pembinaan.

Katim Jasa Konstruksi DBMPR Jabar, Asep Kurniawan, memaparkan pentingnya peningkatan kapasitas badan usaha yang mencakup kesiapan finansial, kelengkapan administrasi, hingga legalitas tenaga kerja bersertifikasi.

​”Dari sisi kami di provinsi, kapasitas badan usaha dan kompetensi tenaga kerja perlu ditingkatkan. Hal ini penting untuk mendukung terciptanya konstruksi di Karawang yang berkualitas,” ujar Asep di sela-sela kegiatan.

​Asep menggarisbawahi urgensi penerapan K3 serta prinsip Konstruksi Berkelanjutan (K4). Mengingat Karawang merupakan pusat kawasan industri, penerapan K3 secara ketat dinilai mutlak untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

​Ia turut membeberkan contoh kasus kecelakaan kerja di lapangan yang dipicu oleh kelalaian prosedur dan perencanaan yang tidak matang.

Baca Juga:  Jamaah Antusias Sambut Ramadan di Isra Miraj Purwasari

​”Beberapa contoh kecelakaan di lapangan di antaranya pekerja yang tertimbun galian tanah karena perencanaannya kurang matang, atau tertimpa scaffolding karena proses pemasangannya yang kurang rapi dan presisi,” jelasnya.

​Menutup keterangannya, pihak DBMPR Jabar mengimbau seluruh pelaksana proyek, kontraktor, hingga pekerja di lapangan untuk selalu disiplin mematuhi standar K3 dan memperhatikan rambu-rambu keselamatan yang ada.

​”Kami berharap dalam setiap tahapan pekerjaan konstruksi, para pekerja selalu mematuhi aturan keselamatan dan memperhatikan rambu-rambu di lapangan. Kesalahan sekecil apa pun di area kerja bisa berakibat fatal,” tegas Asep. (Damar)