Kota Bandung, MEDIASERUNI.ID – Pemkab Bandung Barat memperkuat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, untuk mempercepat pemulihan ekosistem Danau Saguling, sekaligus menangani persoalan persampahan di wilayahnya.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Bandung Barat dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, di Kota Bandung.
Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail, mengungkapkan kondisi Danau Saguling saat ini membutuhkan penanganan terpadu.
“Ledakan populasi eceng gondok telah mengganggu fungsi perairan, aktivitas masyarakat, serta meningkatkan potensi gangguan kesehatan akibat berkembangnya nyamuk di sekitar kawasan danau,” ujarnya, dikutip Sabtu 12 Juli 2026.
Selama ini, Pemkab Bandung Barat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Indonesia Power, Program Citarum Harum, PAGER Saguling, dan masyarakat terus melakukan pembersihan eceng gondok. Namun, besarnya persoalan dinilai memerlukan dukungan lebih kuat dari pemerintah pusat agar penanganan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain membahas pemulihan Danau Saguling, audiensi juga menyoroti penanganan sampah di Kabupaten Bandung Barat.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menegaskan kementeriannya siap memberikan pendampingan, fasilitasi program, hingga dukungan pembiayaan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pelestarian lingkungan.
“Kementerian siap membantu, memfasilitasi, dan memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah serta masyarakat dalam pengembangan program lingkungan hidup, termasuk memfasilitasi pembiayaannya,” kata Jumhur.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PAGER Saguling, Haris Bunyamin, menyatakan organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah melalui pengembangan konsep Saguling Biosfer.
“Konsep Saguling Biosfer mengintegrasikan restorasi ekologi, pengendalian pencemaran, pemanfaatan eceng gondok secara produktif, pemberdayaan ekonomi masyarakat, rehabilitasi daerah tangkapan air, hingga pendidikan lingkungan berbasis pesantren,” kata Haris.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan Danau Saguling sekaligus mewujudkan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat. (Dadan)
