Subang, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memulihkan kawasan perkebunan teh di sejumlah wilayah. Hingga Agustus 2026, sebanyak 22 hektare kebun teh di Ciater, Kabupaten Subang, dan Pangalengan, Kabupaten Bandung, telah direvitalisasi.

Program tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan yang sebelumnya berubah menjadi bangunan liar di Ciater serta perkebunan sayuran di Pangalengan.

Selain menjaga fungsi lingkungan, revitalisasi diharapkan dapat membantu mencegah bencana alam sekaligus memperbaiki estetika kawasan.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa mengatakan, revitalisasi di Ciater mencakup tiga lokasi, yakni Desa Ciater, Cisaat, dan Tambakan. Total lahan yang telah ditanami mencapai 6 hektare dengan sekitar 50.200 pohon teh.

Baca Juga:  HMI Garut Soroti Kesiapan LKPJ 2025: Eksekutif dan DPRD Dinilai Belum Siap

Sementara di Pangalengan, revitalisasi mencakup 16 hektare dengan penanaman sekitar 198.000 pohon teh. “Perkebunan teh yang direvitalisasi di Pangalengan lebih luas lagi mencapai 16 hektare. Jumlah pohon teh telah ditanam mencapai 198.000 pohon,” ujar Gandjar, Minggu 30 Agustus 2026.

Pelaksanaan program melibatkan masyarakat sekitar perkebunan serta pensiunan karyawan PTPN. Secara keseluruhan, terdapat 96 pekerja yang terlibat dalam kegiatan revitalisasi tersebut.

Pemprov Jabar menargetkan revitalisasi kebun teh terus diperluas hingga mencapai 12 hektare di Ciater dan 24 hektare di Pangalengan. Penanaman perdana dimulai di Ciater pada November 2025 dan Pangalengan pada Desember 2025. (*)