Kabupaten Bandung, MEDIASERUNI.ID – Kompetisi sepak bola Piala Bergilir DPD PKS Kabupaten Bandung yang digelar di Lapangan Minisoccer Inspiratif Baleendah. Pertandingan puncak mempertemukan PSG (Pangalengan Soccer Group) melawan DPC PKS Baleendah FC.

Setelah melalui pertandingan yang ketat dan penuh drama, Minggu 30 Agustus 2026, pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam adu tos-tosan tersebut, PSG Pangalengan tampil lebih tenang dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 3-1, sekaligus memastikan diri sebagai juara pertama Piala Bergilir DPD PKS Kabupaten Bandung.

Sementara itu, posisi juara ketiga diraih Pucuk Ibun Muda Kertasari Majalaya, yang juga menunjukkan performa kompetitif sepanjang turnamen.

Selain menentukan juara, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu dan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi terhadap performa serta sportivitas para peserta.

Daftar Penerima Penghargaan

Juara 1 PSG Pangalengan
Juara 2 DPC PKS Baleendah FC
Juara 3 Pucuk Ibun Muda Kertasari Majalaya
Best Goalkeeper: Andri Ardiansyah (PSG Pangalengan)
Best Player Asep Heri (PSG Pangalengan)
Top Scorer Iwan (Pucuk Ibun)
Team Fair Play Margaasih FC

Kiper Gemoy 100 Kilogram

Salah satu cerita menarik yang mencuri perhatian dalam kompetisi tersebut adalah sosok penjaga gawang PSG Pangalengan, Andri Ardiansyah, S.E.

Dengan bobot tubuh yang disebut mencapai lebih dari 100 kilogram, Andri justru mampu menunjukkan kualitasnya di bawah mistar gawang. Penampilannya sepanjang kompetisi membuatnya dipercaya meraih penghargaan Best Goalkeeper.

Baca Juga:  Ditunjuk DPD RI Senator Fachrul Razi Jadi Speaker di Majelis Korea Selatan

Kisah Andri sekaligus menjadi bukti bahwa kemampuan seorang atlet tidak semata-mata dapat dinilai dari bentuk tubuh atau postur fisik.

Dalam olahraga, kemampuan membaca permainan, keberanian mengambil keputusan, konsentrasi, komunikasi dengan rekan satu tim, serta pengalaman menjadi bagian penting yang menentukan kualitas seorang pemain.

Sosok Andri pun memberikan warna tersendiri bagi kompetisi. Penampilannya menjadi pengingat bahwa lapangan sepak bola adalah ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Bukan Sekadar Mencari Juara

Ketua Panitia Pelaksana, Dian Ruhyadin, mengatakan bahwa kompetisi tersebut tidak berhenti pada perebutan piala dan hadiah.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses penjaringan dan persiapan pemain-pemain terbaik untuk membawa nama DPD PKS Kabupaten Bandung pada kompetisi di jenjang berikutnya.

“Acara ini sekaligus menyiapkan pemain terbaik untuk mewakili DPD PKS Kabupaten Bandung dalam kompetisi selanjutnya, baik tingkat Jawa Barat bahkan DPP PKS sekalipun,” ujar Dian.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun pembinaan yang lebih terarah. Turnamen bukan hanya tempat mencari siapa yang menjadi juara hari ini, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan talenta-talenta yang berpotensi dikembangkan pada level yang lebih tinggi.

Dari Kompetisi Sampai Pembinaan

Jika dikelola secara berkelanjutan, kompetisi seperti ini memiliki nilai edukatif yang cukup besar bagi perkembangan olahraga dan kepemudaan di Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  H. Jenal Aripin Reses di Desa Tamansari, Laporan Pembangunan Jalan Sama Warga

Turnamen dapat menjadi sarana untuk mengidentifikasi pemain berbakat, membangun budaya sportivitas, memperluas jaringan antarklub, sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif.

Yang tidak kalah penting, penghargaan Team Fair Play kepada Margaasih FC menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya berbicara mengenai siapa yang mencetak gol paling banyak atau siapa yang mengangkat trofi.

Kisah Andri Ardiansyah

Andri Ardiansyah membuktikan bahwa kesempatan dan keberanian untuk tampil dapat membuka ruang bagi siapa pun untuk menunjukkan potensinya.

Dengan berakhirnya Piala Bergilir DPD PKS Kabupaten Bandung, PSG Pangalengan membawa pulang trofi sebagai juara.

Namun lebih dari itu, kompetisi tersebut meninggalkan pesan bahwa sepak bola dapat menjadi ruang bertemu, bersilaturahmi, membangun persaudaraan, sekaligus menemukan bibit-bibit pemain yang kelak berpeluang membawa nama Kabupaten Bandung ke panggung yang lebih tinggi.

“Dari Baleendah untuk Kabupaten Bandung, dari Kabupaten Bandung menuju kompetisi DPW PKS Jawa Barat, dan bukan tidak mungkin melangkah lebih jauh ke tingkat DPP PKS,” pungkasnya. (Chandra)