Karawang, MEDIASERUNI.ID – Polemik ribuan lulusan Sekolah Dasar (SD) dikabarkan belum mendapatkan tempat di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PD PGMNI) Karawang.

Organisasi guru madrasah di Karawang ini menyatakan kesiapannya bersilaturahmi dan berdialog dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, guna mencari solusi terbaik bagi para peserta didik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kabupaten Karawang. PGMNI Karawang menilai persoalan akses pendidikan harus diselesaikan melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, hingga seluruh lembaga penyelenggara pendidikan.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah optimalisasi daya tampung Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Menurut PGMNI Karawang, sejumlah MTs masih memiliki kapasitas untuk menerima peserta didik baru sehingga dapat menjadi alternatif bagi lulusan SD yang belum memperoleh sekolah.

Baca Juga:  Aksi Sosial Diskominfo Majalengka Warnai Harkitnas 2024

“MTs merupakan lembaga pendidikan formal yang memiliki kedudukan setara dengan SMP. Karena itu, keberadaan MTs dapat menjadi bagian dari solusi untuk memastikan seluruh lulusan SD tetap mendapatkan haknya dalam melanjutkan pendidikan,” demikian disampaikan dalam pernyataan resmi PD PGMNI Karawang.

Ketua PD PGMNI Karawang H Wahyudi menegaskan bahwa rencana silaturahmi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dilakukan dengan semangat membangun komunikasi yang positif dan konstruktif, bukan untuk memperkeruh situasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami siap berdialog dan memberikan masukan yang konstruktif kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang. Harapan kami, seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan formal,” ujar Wahyudi kepada Mediaseruni, Jumat 26 Juni 2026.

PGMNI Karawang juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam menyikapi persoalan tersebut. Organisasi ini menilai bahwa kepentingan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah yang diambil.

Baca Juga:  H. Jenal Aripin Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Wargasetra

Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antarinstansi, PGMNI Karawang berharap persoalan daya tampung sekolah dapat segera teratasi. Sehingga seluruh lulusan SD di Kabupaten Karawang dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan dan memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas serta berkeadilan. (Dadan)