Jakarta, MEDIASERUNI.ID – Polda Metro Jaya masih mendalami penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin, 27 April 2026, malam. Dugaan sementara, mengerucut pada faktor kelalaian manusia (human error) dan gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan tim penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. “Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada kemungkinan kelalaian manusia dan gangguan sistem. Semuanya masih didalami,” ujar Budi.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Mulai dari sopir taksi online yang diduga memicu kejadian hingga masinis dari kedua kereta yang terlibat.
Peristiwa nahas itu bermula saat sebuah taksi diduga nekat menerobos perlintasan sebidang di Jalan Ampera dan tertabrak kereta. Akibat kejadian itu, KRL melakukan pengereman darurat dan berhenti di jalur rel.
Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi yang melintas di jalur yang sama menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Benturan keras membuat sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah, terutama gerbong paling belakang, termasuk gerbong khusus wanita yang mengalami kerusakan cukup fatal.
Data lapangan menyebut total korban mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, 46 korban masih menjalani perawatan medis, sementara 44 lainnya sudah diperbolehkan pulang. Sementara korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang.
Proses evakuasi di lokasi kejadian juga telah rampung dilakukan oleh petugas gabungan.
Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional. Jika ditemukan unsur kelalaian, bukan tidak mungkin akan ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Selain fokus pada proses hukum, aparat juga memastikan penanganan korban tetap menjadi prioritas, termasuk pendampingan medis dan psikologis bagi korban selamat serta keluarga korban meninggal,” kata Budi. (*)
