Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Seluruh korban tewas akibat ledakan yang diduga berasal dari mortir di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, telah dimakamkan. Prosesi pemakaman korban terakhir, Rodiana, berlangsung Kamis 9 Juli 2026, setelah sebelumnya menjalani perawatan di RS Dustira, Kota Cimahi.
Dua korban lainnya, Ade dan Suhri, lebih dahulu dimakamkan sehari sebelumnya. Ketiganya meninggal dunia setelah diduga terkena ledakan mortir yang ditemukan di sekitar kawasan latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, Rabu 8 Juli 2026.
Ketua RW 07 Kampung Ciparang, Suryana, mengatakan seluruh proses pemakaman berjalan dengan bantuan warga sekitar. Menurutnya, keluarga korban masih terpukul karena para korban merupakan tulang punggung keluarga. “Keluarga masih berduka. Kami berharap doa dari semua pihak untuk mereka,” ujarnya.
Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S. Andriani menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan warga setelah terdengar suara ledakan dari rumah salah satu korban. Saat petugas dan warga tiba di lokasi, tiga orang ditemukan tergeletak.
Ade dan Suhri dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Sementara Rodiana sempat dievakuasi ke Puskesmas Rajamandala sebelum dirujuk ke RS Dustira, namun akhirnya meninggal dunia pada sore harinya. Hingga kini, aparat bersama pihak terkait masih menyelidiki jenis serta asal mortir yang meledak.
Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kepemilikan benda peledak tersebut. Sebagai bentuk kepedulian, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Polres Cimahi turut menyampaikan belasungkawa serta memberikan santunan kepada keluarga korban. (*)
