Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Kepala Departemen Teknik Pusdikif Letkol Inf. Sunarya menegaskan seluruh kegiatan latihan militer telah dilaksanakan sesuai prosedur. Sebelum latihan dimulai, sirene peringatan selalu dibunyikan sebagai tanda agar masyarakat tidak memasuki kawasan berbahaya.

Hal itu disampaikan Sunarya, Kamis 9 Juli 2026, mengutip detikjabar, terkait mortir meledak di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 8 Juli 2026, yang mengakibatkan tiga warga tewas.

“Apabila ditemukan amunisi yang gagal meledak, TNI akan menghentikan latihan dan langsung melakukan prosedur disposal atau pemusnahan sesuai standar keamanan,” tegas Sunarya.

Sunarya menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan apakah mortir yang meledak berasal dari Pusdikif atau kesatuan lain yang juga menggunakan area latihan tersebut. Kepastian asal amunisi masih menunggu hasil uji laboratorium dari tim Gegana Polri.

Baca Juga:  PLN UIT JBT Perkuat Sinergi Media Lewat Program Sahabat Terang, Kenalkan Peran Vital Gardu Induk

Sementara, Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S. Andriani mengatakan masyarakat dilarang memasuki area latihan TNI maupun mengambil selongsong atau amunisi bekas. Berdasarkan informasi yang diterima, ketiga korban diduga menemukan benda yang diduga mortir saat memulung di lokasi latihan.

“Ledakan terjadi, diduga ketika benda tersebut diutak-atik menggunakan palu,” tandas Kapolsek, dan menambahkan, hingga kini, polisi masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan jenis amunisi yang meledak.

Polisi juga mengimbau warga yang masih menyimpan amunisi atau selongsong bekas latihan agar segera menyerahkannya kepada pihak berwenang. Masyarakat juga diminta tidak mendekati area latihan militer maupun mengambil benda mencurigakan karena berpotensi masih aktif dan sangat berbahaya.

Baca Juga:  DPRD Sukabumi Bahas Perubahan Anggaran Tahun 2025 di Rapat Paripurna

Disampaikan juga, tiga korban yang tewas yakni Ade (21), Rodiana (40), dan Suhri (40), meninggal dunia akibat ledakan tersebut. Ketiganya telah dimakamkan di TPU Kampung Ciparang. (*)