Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang terus berupaya membina dan mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas melalui program Keluarga Berencana (KB). Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala di tengah masyarakat.
Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Karawang, Drs. Imam Alhusaeri Bahanan, MM, mengungkapkan masih terdapat berbagai persepsi dan kekhawatiran yang membuat sebagian masyarakat enggan mengikuti program KB.
Menurutnya, beberapa faktor yang sering menjadi alasan masyarakat tidak ber-KB antara lain anggapan bahwa KB haram atau ketiadaan ijin keluarga, khususnya pada kontrasepsi MOP dan MOW, kekhawatiran efek samping hormonal pada cara KB Suntik, pil atau implan, hingga rasa takut dan tabu terhadap pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).
“Tugas PLKB adalah mengedukasi dan meyakinkan masyarakat, terutama Pasangan Usia Subur (PUS), sebagai sasaran utama program KB,” ujar Imam, Senin 15 Juni 2026.
Berdasarkan data pelayanan KB baru periode Januari–Mei 2026, capaian peserta baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tercatat cukup beragam. Pengguna IUD mencapai 35,90 persen, implan 53,62 persen, MOW 58,82 persen, dan Metode Operasi Pria (MOP) sebesar 10 persen. Secara keseluruhan, capaian peserta baru MKJP mencapai 45,71 persen.
Sementara itu, untuk peserta baru non-MKJP, penggunaan kontrasepsi suntik mencapai 58,53 persen, pil 45,31 persen, dan kondom 39,40 persen. Total capaian peserta baru non-MKJP tercatat sebesar 53,62 persen.
Imam berharap edukasi dan sosialisasi yang dilakukan DPPKB melalui para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta kader Pos KB serta keterlibatan tokoh masyarakat baik formal maupun non formal dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program KB atau yang kini dikenal dengan Bangga Kencana, yakni Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, program tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas menuju Kabupaten Karawang maju. (Damar)
