Karawang, MEDIASERUNI.ID – UPTD Puskesmas Purwasari gelar lokakarya mini triwulanan lintas sektor di Gedung Puskesmas Purwasari, Kabupaten Karawang, Selasa 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi penting antar instansi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Lokakarya dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya camat, kepala puskesmas, Kapolsek, kepala desa, perwakilan MUI, KUA, serta kader PKK. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program-program kesehatan yang terintegrasi.
Dalam lokakarya tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, meliputi kesehatan ibu dan anak (KIA), promosi kesehatan, surveilans demam berdarah dengue (DBD), rabies, malaria, penanganan Human Immunodeficiency VirusHuman Immunodeficiency Virus (HIV) serta program SPPG.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi capaian program sekaligus perumusan langkah-langkah perbaikan ke depan.
Kepala Puskesmas Purwasari, Azis Silahudin, dalam keterangannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.
“Kami berharap yang tadi diinformasikan atau dipaparkan dapat dimengerti oleh seluruh lintas sektor dan kami terus bersinerji dan bekerja sama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Azis.
Ia mengaku kesulitan dalam pendataan ibu hamil dan pihaknya akan meminta arahan dari camat serta terus berkomunikasi dengan bidan desa, seluruh kader kesehatan khususnya pergerak posyandu serta aparatur desa terutama Rt.
“Guna dilakukan koordinasi itu, apabila diketemukan ibu hamil baik pindahan yang datang kerumahnya untuk ngekos di wilayah tersebut, menjadi catatan untuk dilaporkan kepada pihak Puskesmas supaya dimonitoring dan evaluasi terkait kehamilannya, “tegasnya.
Saat disinggung mengenai Purwasari termasuk enam desa di Kabupaten Karawang, yang terdapat penderita HIV, Azis, menerangkan bahwa angka tersebut tidak semuanya warga Purwasari. “Dari total 58 dikurangi 21 diluar warga yang memiliki KTP Purwasari. Jadi hanya 37 orang asli warga Kecamatan Purwasari, “tegasnya.
Menurutnya untuk melakukan pencegahan pihaknya telah mendapat pendampingan dari tim angklus dan orang-orang yang peduli HIV. Kedepan pihaknya akan terus berusaha untuk mengedukasi dan sosialisasi tentang pentingnya perilaku seks yang sehat.
Sementara mengenai dapur SPPG yang belum memenuhi administrasi Azis, mengatakan mereka sedang menempuh Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Ia juga menambahkan bahwa lokakarya mini triwulanan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan koordinasi agar program-program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyamakan persepsi serta meningkatkan kolaborasi, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan berbagai masalah kesehatan, khususnya di wilayah Kecamatan Purwasari dan sekitarnya. (Davi)

