PEMALANG, MEDIASERUNI.ID — Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pemalang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus Musyawarah Cabang (Muscab) se-Kabupaten Pemalang pada Selasa (11/8/2026). Berlangsung di Hotel Regina, pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum evaluasi, konsolidasi, dan penyusunan langkah strategis guna memperkokoh peran PAN di tengah masyarakat Pemalang.

Ketua DPD PAN Kabupaten Pemalang, Saeful Arif, membuka forum ini dengan penegasan mendasar: keberadaan partai tidak boleh tampak hanya saat musim politik atau pemilihan umum tiba. Menurutnya, PAN harus hadir secara konsisten setiap saat, mendengarkan aspirasi rakyat, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan turut memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga Kabupaten Pemalang.

“Kita ingin memastikan bahwa PAN hadir bukan hanya ketika momentum politik tiba, melainkan hadir setiap saat di tengah-tengah masyarakat. PAN harus mampu mendengar aspirasi rakyat, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Pemalang,” tegas Saeful dalam sambutannya.

Ia mengajak seluruh jajaran menjadikan forum ini sebagai ruang terbuka untuk saling menyampaikan gagasan, mengevaluasi kekurangan yang ada, sekaligus merumuskan program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Kekuatan sebuah partai, lanjutnya, tidak semata-mata diukur dari jumlah kursi, melainkan dari seberapa kokoh organisasi bekerja dan seberapa dekat para kader dengan rakyat.

Baca Juga:  RoboBus Listrik Otonom L4 Pertama Beroperasi di Kawasan Masjid Arab Saudi

Oleh karena itu, DPD PAN Kabupaten Pemalang berkomitmen terus memperkuat struktur organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat ranting. Seluruh jajaran diharapkan membangun organisasi yang solid, tertib, komunikatif, dan memiliki program kerja yang nyata serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Saya berharap seluruh DPC dapat menjadi ujung tombak PAN di wilayah masing-masing. Bangun komunikasi dengan masyarakat, perkuat hubungan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku UMKM, petani, nelayan, kaum profesional, serta seluruh elemen masyarakat,” pesannya.

Saeful juga mengingatkan agar masyarakat mengenal PAN bukan melalui baliho atau atribut semata, melainkan melalui kehadiran kader dan kerja nyata ketika masyarakat membutuhkan. Kepemimpinan yang lahir dari Muscab pun dipandang sebagai amanah tanggung jawab, bukan sekadar posisi organisasi.

“Kepemimpinan di PAN harus dibangun dengan semangat kebersamaan, loyalitas, integritas, dan kerja nyata. Tidak boleh ada kader yang merasa berjalan sendirian dan tidak boleh ada pengurus yang merasa paling penting sendiri. Kita adalah satu keluarga besar Partai Amanat Nasional,” ujarnya menegaskan persatuan.

Baca Juga:  Glodok Plaza Terbakar Hebat, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran

Ia pun menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam forum adalah hal yang wajar dan justru memperkaya gagasan. Namun begitu keputusan telah ditetapkan, seluruh kader wajib bersama-sama mengawal dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Soliditas itulah yang akan menjadi kekuatan utama PAN menjalankan perjuangan politiknya.

Terakhir, Saeful mengajak seluruh kader menjaga etika dalam berpolitik. “Politik boleh berbeda, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Jangan menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memutus tali silaturahmi,” pungkasnya. Melalui Rakerda dan Muscab ini, PAN Pemalang berharap semakin solid, semakin dekat dengan rakyat, dan senantiasa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.( Oppic )