Karawang, MEDIASERUNI.ID – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Islamic Center Karawang saat ratusan jamaah haji asal Kabupaten Karawang yang tergabung dalam Kloter 4 tiba kembali dari Tanah Suci, Jumat 5 Juni 2026.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Karawang, Aep Saepudin, mengatakan kedatangan jamaah sempat mengalami keterlambatan akibat penundaan keberangkatan pesawat dari Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi.

“Jadwal sebenarnya sesuai, hanya saja terjadi delay sekitar dua jam saat take off dari Bandara King Abdul Aziz sehingga jamaah tiba lebih lambat dari yang direncanakan,” ujar Aep.

Ia menjelaskan, Kloter 4 terdiri dari 443 jamaah haji dan 4 petugas haji. Meski sebagian besar jamaah dalam kondisi baik, masih terdapat dua warga Karawang yang menjalani perawatan di klinik embarkasi.

“Masih ada dua warga kita yang dirawat di klinik embarkasi. Kami juga menyiapkan dua ambulans dari Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan,” katanya.

Aep berharap kedua jamaah tersebut segera pulih dan dapat kembali ke Karawang dalam kondisi sehat.

Jamaah termuda dalam rombongan ini adalah Rian Ahmad Zainudin asal Purwasari yang berusia 21 tahun. Sedangkan jamaah tertua berasal dari Kecamatan Pakisjaya dengan usia 82 tahun.

“Tadi ketika saya berbincang dengan Dokter Sri, alhamdulillah secara umum kondisi jamaah baik-baik saja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Keluarga Anak Disabilitas Korban Penghakiman Massa Resmi Laporkan Kasus ke Polres Karawang

Namun demikian, ia mengungkapkan terdapat satu jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci karena memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid).

“Kalau tidak salah almarhum meninggal saat perjalanan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna),” tuturnya.

Aep turut menyampaikan belasungkawa dan mendoakan agar almarhum diterima seluruh amal ibadahnya.

Selain menyambut kepulangan jamaah, Pemerintah Kabupaten Karawang juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penyambutan jamaah haji tahun ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyediaan lokasi yang lebih representatif.

Menurutnya, Bupati Karawang berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana di kawasan Islamic Center agar lebih nyaman digunakan pada musim haji berikutnya.

“Selain tempat, kami juga akan memperbaiki berbagai fasilitas pendukung agar jamaah dan keluarga yang menjemput merasa lebih nyaman,” katanya.

Aep juga menyoroti pentingnya kedisiplinan waktu dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi perubahan jadwal penerbangan.

“Kami harus lebih disiplin terhadap jadwal. Ketika terjadi delay, petugas juga harus sigap karena skema pelayanan otomatis ikut berubah,” jelasnya.

Ia mencontohkan, akibat keterlambatan penerbangan, para jamaah harus melaksanakan salat Jumat terlebih dahulu di embarkasi sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Karawang.

Dalam kesempatan itu, Aep mengingatkan keluarga jamaah untuk mengikuti prosedur pengambilan koper demi menjaga keamanan barang bawaan jamaah.

Baca Juga:  Timsar Temukan 16 Orang Meninggal Korban Longsor Bandung Barat di Hari Kedua Pencarian

“Koper hanya dapat diambil dengan menunjukkan paspor jamaah. Langkah ini dilakukan untuk menghindari tertukarnya barang atau berpindah ke tangan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memastikan keamanan seluruh barang bawaan jamaah haji.

Ke depan, Pemkab Karawang bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) akan meningkatkan fasilitas penerangan di area Islamic Center.

“Mengingat proses keberangkatan maupun kepulangan haji sering berlangsung pada malam hingga dini hari, pencahayaan menjadi salah satu kebutuhan penting, terlebih bagi jamaah lanjut usia,” ujarnya.

Menurut Aep, masukan dari para jamaah terkait minimnya pencahayaan telah menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang. (Damar)